Cok Abi Pimpin APPMI Bali, Ketum Popy Dharsono: “Transformasikan produk lokal tanpa hilangkan pakem Bali”

Cok Abi Pimpin APPMI Bali, Ketum Popy Dharsono: “Transformasikan produk lokal tanpa hilangkan pakem Bali”

Foto (ki-ka): Mas Malaika Agung, Popy Dharsono, Cok Abi, dan Charlotte Chen.

Penabali.com – Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Popy Dharsono, mengukuhkan sekaligus melantik APPMI Badan Pengurus Daerah Cabang Provinsi Bali untuk masa bakti lima tahun kedepan. APPMI sebagai satu-satunya asosiasinya para perancang mode di Indonesia yang juga pengusaha ini diharapkan dari mode bersama UKM di Bali bisa makin mendunia.

Pelantikan yang dilaksanakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Selasa (08/06/2021) sore itu, melantik Cok Abi sebagai Ketua APPMI BPD Cabang Provinsi Bali yang baru menggantikan ketua yang lama, Mas Malaika Agung, serta menetapkan Adi Kerta sebagai Sekretaris dan Charlotte Chen jadi Bendahara.

Usai dilantik, Cok Abi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan APPMI Bali yang sebelumnya sukses dipegang Mas Malaika Agung.

“Saya akan melanjutkan program-program kerja yang sudah dilaksanakan pengurus sebelumnya sembari menata organisasi dan menyiapkan program kerja baru kedepan,” kata Cok Abi.

Designer terkenal di Bali ini juga akan menghidupkan kembali beberapa event salah satunya program 100 Kebaya yang telah dicanangkan kepengurusan APPMI Bali sebelumnya dimana program itu merupakan program unggulan pencarian bakat dari masyarakat.

“Nanti saya libatkan perguruan tinggi dalam hal ini ISI Denpasar, semua designer, UMKM, masyarakat, pemerintah sehingga tren fashion Bali lebih menggeliat lagi,” ucap Cok Abi yang juga pengajar di ISI Denpasar.

Ketua Umum APPMI Popy Dharsono mengaku optimis ditangan Cok Abi kedepan APPMI Bali akan semakin berkibar. Apalagi, pengurusnya merupakan designer-designer muda Bali yang berbakat dan punya potensi luar biasa mengangkat fashion Bali.

“Saya lihat Pemda Bali saat ini sudah melakukan hal yang sangat benar mengangkat kain tradisional endek Bali ke tingkat internasional. Dengan peluang yang sudah dibuka oleh pemerintah maka tugas para designer Bali mentransformasikan produk lokal tanpa harus menghilangkan pakem Bali,” terang Popy yang juga pendiri utama APPMI.

Ketua Umum APPMI Popy Dharsono (paling kiri) saat melantik Cok Abi (tengah) sebagai Ketua APPMI Bali. (Foto: ist.)

Sementara itu, Ketua APPMI Bali periode 2016-2021 Mas Malaika Agung yang kini jadi pembina ini mengaku sangat senang ada regenerasi di organisasi APPMI Bali. Ia yakin, Cok Abi bersama pengurus yang baru akan membawa APPMI Bali lebih baik dan mewadahi para designer lokal agar mampu berkiprah lebih banyak lagi.

“Selamat bertugas Cok Abi dan pengurus yang baru. Ini semangat luar biasa, semoga bisa membawa APPMI Bali lebih bersinar sekaligus menperkenalkan fashion kita memperkenalkan Bali yang begitu terpuruk saat ini,” harap Mas Malaika Agung.

Untuk diketahui, organisasi para perancang busana Indonesia yang berbentuk asosiasi ini didirikan atas dasar inisiatif perancang busana kondang, Poppy Dharsono pada tahun 1993 bersama-sama perancang busana senior Samuel Wattimena, Jazz Pasay, Arthur Harland (almarhum), Ir. Diah Prass, Fenny Mustafa (Safira), Agnes Budhisurya, Corrie Kastubi dan Ibu Pia Alisyahbana (Majalah Femina & Dewi) serta lain-lainnya bersepakat membentuk APPMI.

Didukung oleh 19 perancang busana senior itulah Poppy Dharsono mempelopori pembentukan APPMI dengan tujuan mengangkat para perancang busana untuk tampil lebih kuat di kancah putaran mode nasional. Dua puluh perancang mode nasional ini melangkah penuh semangat dan dedikasi untuk membangun industri mode di Tanah Air melalui rangkaian bisnis gotong-royong.

Dengan tujuan mempersatukan para pengrajin tekstil Nusantara, pengrajin perhiasan, industri kecil di sektor pembuatan sepatu, kancing dan sebagainya.

Pada awal pembentukan APPMI selain para perancang busana Ibukota Jakarta, terlibat pula yang dari Bandung, Jawa Barat, Lampung, Yogyakarta dan Semarang, Jawa Tengah dengan keseluruhan berjumlah 25 perancang busana.

Awalnya APPMI Cabang Provinsi Bali dipimpin Mas Malaika Agung dan dalam kepengurusannya terdapat nama-nama besar lingkup mode di Bali. Antara lain Cok Abi, Bintang Mira, Shinta Krina, Milo dan Monica Mohindra.

Bahkan beberapa anggota terus menerus membangun kasanah model Indonesia dan Bali khususnya. Selain Bali, APPMI saat ini punya anggota para perancang Indonesia yang terdiri dari perancang busana konvensial dan busana muslim, yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Lampung, dan Surabaya. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *