Datangkan Turis Jepang, BPPD Badung Gandeng Bali Rasa Sayang

Datangkan Turis Jepang, BPPD Badung Gandeng Bali Rasa Sayang

Foto: Pertemuan Bisnis di Swiss Belhotel, Tuban, untuk membahas strategi menggaet kembali turis Jepang ke Bali.

Masih rendahnya rata-rata tingkat hunian hotel di Bali berkisar 62 % memacu Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung melirik semua pasar wisatawan termasuk pasar Jepang yang pernah “booming” ke Bali sebelum Japan Airline menghentikan penerbangannya ke Bali di tahun 2010.

Untuk mendongkrak kembali kunjungan turis “Negeri Sakura” ke Bali, BPPD Kabupaten Badung menggandeng Bali Rasa Sayang (BRS).

Agung Ode salah seorang pengurus BRS mengatakan, dari sekitar 18 juta outbound traveler Jepang, Bali hanya kebagian 1,34 % sampai 1,4 % saja.

“Yang menarik adalah share 1,4 % tersebut berbanding lurus dengan dinamika jumlah outbound Jepang yang menandakan bahwa promosi Bali pada khususnya termasuk Indonesia masih kalah dengan negara pesaing kita,” ungkapnya disela pertemuan bisnis di Swiss Belhotel Tuban, Rabu (29/5), yang juga dihadiri Ketua BRS, Makiko Iskandar.

Diungkapkan juga, lemahnya kuantitas turis Jepang ke Bali selain karena JAL tak lagi terbang ke Bali, penyebab lainnya adalah kemungkinan mahalnya biaya parkir di airport.

Mendapati penjelasan tersebut, pembicara tunggal dalam pertemuan bisnis ini yaitu Ketua BPPD Badung Rai Suryawijaya, berjanji akan meneruskan wacana ini kepada pemerintah terkait sekaligus melakukan pendekatan kepada pihak JAL agar mau kembali membuka rute penerbangan ke Bali.

“Ini merupakan tugas dan fungsi BPPD Badung pada khususnya untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Bali dan sekaligus sebagai bagian usaha meningkatkan tingkat hunian hotel dan kunjungan ke obyek wisata di daerah,” ujarnya.

BPPD Badung dan Bali Rasa Sayang akan berkolaborasi dalam melakukan promosi ke Jepang pada bulan Oktober mendatang. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *