Dipuput 4 Sulinggih, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Gelar Karya Tawur Balik Sumpah

Dipuput 4 Sulinggih, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Gelar Karya Tawur Balik Sumpah

Anggara Umanis wuku Wayang, yang juga bertepatan dengan Rahina Purnama Kelima, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggelar upacara yadnya, Selasa (12/11/2019) sore. Rangkaian upacara ini telah berlangsung sejak tanggal 25 Oktober 2019, serta akan berakhir pada 16 November mendatang.

Bertempat di Pura Jagat Tirtha, digelar puncak karya rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung Menawa Ratna Lan Caru Wrheraspati Kalpa Utama, Rsi Gana Ageng, dan pujawali utama Pura Jagat Tirtha, yang dipuput empat sulinggih yakni Ida Rsi BW Putra Ardhanareswara, Ida Pedanda Made Gede Pengiasan, Ida Rsi Agung Wayabiya Suprabu Sogata Karang Buduk, serta Ida Pandita Mpu Jaya Pura Pemuteran Griya Penataran Renon.

“Tujuan dari dilaksanakannya rangkaian upacara ini adalah untuk menyelaraskan kembali Tri Hita Karana atau harmonisasi tiga unsur, yaitu hubungan sesama manusia, hubungan manusia dengan alam, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, disela upacara.

“Upacara ini juga ditujukan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya di lingkungan bandar udara, untuk selalu sadar akan kewajibannya terhadap Sang Pencipta alam semesta, serta untuk membina harmonisasi Tri Hita Karana,” imbuhnya.

“Rangkaian upacara ini juga sebagai wujud permohonan kepada Sang Pencipta, untuk memohonkan agar supaya operasional bandar udara selalu berjalan dengan lancar, serta agar Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat terus menerus memberi dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya. Semoga melalui rangkaian upacara ini, bandar udara beserta lingkungan di sekitarnya, termasuk warga masyarakat desa adat penyangga bandar udara dan masyarakat Bali pada umumnya, senantiasa berada dalam lindungan-Nya, serta selalu diberikan keberkahan dan kebahagiaan,” sambungnya.

Dalam rangkaian upacara, sebelumnya telah dilaksanakan beberapa upacara sejak dimulainya rangkaian pada tanggal 25 Oktober lalu. Pada tanggal 7 November lalu, dilaksanakan upacara Melasti yang bertempat di pantai di area bandar udara, serta pada hari Minggu 9 November, digelar upacara Tawur Balik Sumpah Utama di area sisi udara di selatan landas pacu bandar udara

“Dengan kembali harmonisnya tata ruang Tri Hita Karana, secara langsung akan menyelaraskan kembali hal-hal spiritual di lingkungan bandar udara. Ke depan, kami selaku pengelola bandar udara akan segera melaksanakan pengembangan bandar udara. Melalui rangkaian upacara ini, kami turut memohon kepada Sang Pencipta untuk senantiasa memberikan perlindungan demi kelancaran pekerjaan pengembangan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang nantinya akan semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, masyarakat Bali, serta bagi seluruh pengguna jasa bandar udara,” tutupnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *