Kontrak Tenaga Penunjang Operasional Bandara Ngurah Rai Tidak Diperpanjang, Begini Tanggapan Angkasa Pura I

Kontrak Tenaga Penunjang Operasional Bandara Ngurah Rai Tidak Diperpanjang, Begini Tanggapan Angkasa Pura I

Pengurangan jumlah tenaga operasional bandara terpaksa dilakukan akibat tekanan bisnis Angkasa Pura I Cabang Bandara di masa pandemi saat ini. (foto: ist.)

Badung (Penabali.com) – Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tengah berupaya bertahan ditengah tekanan situasi ekonomi dan bisnis di masa pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir 2 tahun ini. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan berbagai upaya penyesuaian operasional bandara, seperti pengurangan area operasi di terminal penumpang hingga ke penyesuaian waktu kerja dan jumlah tenaga operasional bandara.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Herry A. Y. Sikado, mengatakan penyesuaian area dan tenaga operasional bandara perlu dilakukan untuk dapat mempertahankan likuiditas perusahaan yang tengah mendapat tekanan akibat turunnya trafik penerbangan karena pandemi.

Sehubungan dengan adanya pemberitaan mengenai tidak diperpanjangnya kontrak sejumlah tenaga operasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dikelola PT Angkasa Pura Suport, Herry mengungkapkan terdapat beberapa hal yang perlu dijelaskan. Antara lain:

1. Terdapat informasi yang beredar mengenai pemutusan kontrak dan terancam dipecatnya tenaga security Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Herry mengatakan, bahwa yang dilaksanakan adalah evaluasi terhadap kebutuhan tenaga penunjang di seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura I, termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, sesuai dengan kebutuhan operasional saat ini akibat terjadinya penurunan trafik penumpang yang sangat drastis, yaitu turun lebih dari 50 persen dibanding sebelum masa pandemi dan masih belum ada kepastian atas pemulihan trafik penumpang termasuk untuk trafik internasional yang merupakan sumber utama aktifitas kegiatan bandara yang belum berjalan sebagaimana harapan.

“Berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan tenaga penunjang tersebut, dipandang perlu untuk meninjau kembali jumlah kebutuhan tenaga penunjang yang disesuaikan kondisi menurunnya trafik tersebut diatas. Untuk itu akan dilakukan seleksi kembali terhadap tenaga penunjang yang sudah habis masa kontrak kerjanya pada Desember 2021 mendatang berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan,” tutur Herry.

2. Terkait persyaratan seleksi kembali yang dipersepsikan di pemberitaan sebagai hal yang membuat terjadi pemutusan kontrak atau dipecat, Herry mengklarifikasi bahwa syarat seleksi dimaksud adalah bukan merupakan persyaratan baru yang ditujukan untuk mengurangi tenaga penunjang, namun hal tersebut merupakan persyaratan yang sudah berlaku sejak lama di lingkungan Angkasa Pura I. Namun demikian, dengan mempertimbangkan adat istiadat daerah setempat, terhadap tenaga penunjang yang akan diperpanjang yang saat ini memiliki tatto/tindik yang merupakan bagian dari budaya masyarakat sepanjang masih dalam batas kewajaran, tetap dapat mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan.

3. Terkait pernyataan di media massa yang menyatakan bahwa “kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sudah mulai ramai karena wisatawan terus beranjak bangkit membuat kebutuhan pekerja juga mulai meningkat”, Herry mengatakan bahwa benar dalam 2 bulan terakhir terdapat peningkatan trafik namun hal tersebut belum bisa dipastikan sebagai kondisi yang stabil atau kondisi normal. Tapi kondisi pandemi Covid-19 ini belum berakhir yang menyebabkan mobilitas masyarakat belum sama seperti sebelum pandemi atau pada tahun 2019 dan tahun-tahun sebelumnya, yang tentunya kurang relevan apabila dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga pekerja atau dengan kata lain kondisi mulai meningkatnya trafik belum memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi kemampuan keuangan perusahaan.

4. Apabila kebutuhan operasional sudah mulai meningkat dan kondisi perusahaan sudah mulai membaik, maka mereka yang tidak lolos seleksi saat ini bisa menjadi prioritas dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

“Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tengah berupaya bertahan pada situasi sulit akibat tekanan pandemi yang telah berlangsung hampir dua tahun dan belum dapat dipastikan kapan kondisi ini berakhir. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan berbagai penyesuaian di berbagai aspek akibat kondisi pandemi yang menekan kinerja keuangan, termasuk salah satunya melakukan rasionalisasi atau evaluasi kebutuhan tenaga penunjang operasional yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura Supports. Hal ini harus kami lakukan agar perusahaan dapat bertahan di tengah gempuran dampak pandemi,” ujar Herry.

Melengkapi pernyataan Herry, Direktur Utama Angkasa Pura Supports, Desy Sulistiorini, mengatakan Angkasa Pura Supports selaku penyedia tenaga penunjang bagi kegiatan operasional Angkasa Pura I telah mengkomunikasikan kondisi ini kepada seluruh tenaga penunjang terkait, dan adanya seleksi kembali tenaga penunjang tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional dari Angkasa Pura I untuk kondisi saat ini.

“Seluruh kewajiban bagi tenaga penunjang yang tidak diperpanjang kontraknya diberikan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan,” kata Desy. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *