Tambah Air Baku di Kawasan Sarbagita, Bendungan Sidan Suplay 1.570 Liter/Detik

Tambah Air Baku di Kawasan Sarbagita, Bendungan Sidan Suplay 1.570 Liter/Detik

"Ground Breaking" pembangunan Bendungan Sidan, di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Proyen Bendungan Sidan yang terletak di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, mulai dikerjakan. Tahap ground breaking dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (4/4). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Hari Suprayogi serta Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Airlangga Mardjono.

“Kehadiran bendungan ini sebagai upaya nyata untuk memenuhi kebutuhan air baik dari segi kuantitas dan kualitas terutama bagi masyarakat Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita),” kata Gubernur Koster.

Air sebagai kebutuhan dasar tak hanya bagi kebutuhan rumah tangga dan industri, tapi juga punya manfaat penting untuk mendukung industri pariwisata. “Penyediaan akan kebutuhan air ini merupakan program strategis kami, dan telah kami siapkan masterplan pengelolaan air di Bali yang salah satu isinya adalah memetakan seluruh sumber air yang ada di seluruh Bali,” ucap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Airlangga Mardjono menjelaskan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Balai Wilayah Sungai Bali Penida akan membangun Bendungan Sidan seluas 82,73 hektar yang mencakup wilayah Badung, Gianyar, dan Bangli.

“Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan di Bali menyebabkan kebutuhan air baku semakin bertambah. Meningkatnya kebutuhan air domestik berimbas pada kekurangan air bersih,” ungkapnya.

Kapasitas air baku, khususnya di Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan sebesar 4,27 meter kubik per detik. Sedangkan kebutuhan air baku di tahun 2018 sebesar 10,02 meter kubik per detik. “Kondisi ini menandakan kawasan Sarbagita mengalami defisit sebesar 5,75 meter kubik per detik sehingga membutuhkan sumber air baku baru,” tandasnya.

Bendungan Sidan diproyeksikan setinggi 68 meter dengan kapasitas tampung 3,82 juta meter kubik. Bendungan yang direncanakan dibangun selama 4 tahun ini, diharapkan menyediakan air baku sebesar 1.570 liter per detik untuk daerah Sarbagita. Bendungan tersebut juga disebut memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 0,65 megawatt. Selain itu juga berpotensi sebagai daerah tujuan wisata dan konservasi sumber daya air.

“Luas tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan ini seluas 82,73 hektar. Terdiri dari 168 bidang tanah di lima desa, yaitu Belok Sidan (Badung), Buahan Kaja (Gianyar), Mengani, Bunutin, dan Langgahan (Bangli),” ungkapnya.

Total biaya pembangunan Bendungan Sidan senilai Rp 829 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Balai Wilayah Sungai Bali Penida. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *