Tos Arak Bali Dihadapan Menko Maritim dan Investasi, Gubernur Koster: “Terapi arak efektif jadi obat covid-19”

Tos Arak Bali Dihadapan Menko Maritim dan Investasi, Gubernur Koster: “Terapi arak efektif jadi obat covid-19”

Foto: Gubernur Koster dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan tos Arak Bali, disaksikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana.

Minuman tradisional Bali yaitu arak Bali saat ini sudah dilegalkan dalam Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Saat acara Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua, Badung, Kamis (30/07/2020), dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dan undangan penting lainnya, Gubernur Koster bersama Wagub Bali Cok Ace, melakukan tos arak.

Ada dua pesan khusus yang disampaikan Wayan Koster dalam acara Tos Arak Bali tersebut, yakni pertama, Gubernur Bali melakukan diplomasi ekonomi produk lokal Bali dihadapan dua pembantu Presiden Joko Widodo tersebut. Secara nasional Gubernur Koster juga sudah berhasil mengimplementasikan ajaran Tri Sakti Bung Karno yang salah satunya menciptakan kemandirian secara ekonomi atau ekonomi berdikari yang akarnya adalah kedaulatan rakyat.

Keberpihakan Gubernur Koster terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai petani minuman khas Bali seperti Arak, Tuak, Brem ini dengan tegas secara terkonsep dikampanyekannya dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan dihadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio.

Gubernur Koster meyakini, tujuan dilahirkannya Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali ini untuk mendukung pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dengan berbasis budaya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan kesimpulannya Pulau Bali berhasil membangun pondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mewujudkan Bali Berdikari di bidang Ekonomi. Lebih dari itu, penggunaan produk arak Bali juga merupakan keseriusannya untuk mengimplementasikan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

“Astungkara, Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali dan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali ini bisa mensejahterakan petani dan produsen minuman Permentasi dan Destilasi khas Bali,” ujar Gubernur Koster.

Pesan khusus kedua yang disampaikan Gubernur Koster bersama Wagub, bahwa arak Bali mampu menjadi obat covid-19. Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengungkapkan, mereka yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif covid-19 menggunakan terapi arak Bali di sejumlah tempat karantina yang dikelola Pemprov Bali.

“Terapi arak ini ternyata efektif sekali, mereka yang baru positif, ternyata dua hari dilakukan treatment arak, tercatat pada hari ketiga mereka negatif dan sembuh,” ucap Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini yang mengaku setiap pagi rutin minum kopi khas Bali dicampur arak satu sendok makan.

Atas keberhasilan itu, Gubernur Bali Wayan Koster berharap produksi Arak Bali berhasil menembus pasar nasional dan internasional. Selain terbukti untuk menyembuhkan covid-19, Arak Bali juga memiliki peran untuk membangkitkan sektor ekonomi perdesaan, yang secara tidak langsung, hal ini merupakan implementasi dari tugas yang diberikan Presiden RI, Joko Widodo disaat Gubernur Koster menghadiri undangan ke Istana Bogor yang menegaskan agar aktivitas perekonomian dimulai dan bisa menggerakan kehidupan masyarakat. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *