Alit Kelakan Tinjau Bencana Banjir Lumpur di Songan, Warga Mohon Bedah Rumah

Alit Kelakan Tinjau Bencana Banjir Lumpur di Songan, Warga Mohon Bedah Rumah

Kejadian banjir lumpur yang menerjang puluhan rumah warga di Desa Songan, Kintamani, Bangli, yang terjadi 7 Februari lalu menyisakan pekerjaan rumah yang cukup berat tak hanya bagi masyarakat yang terdampak, namun juga bagi pemerintah. Pasca kejadian, warga harus membersihkan rumahnya dari lumpur setebal lebih dari satu meter. Untungnya, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa.

Salah seorang warga Putu Suardana yang ditemui di lokasi menuturkan kejadian seperti ini rutin terjadi setiap musim hujan tiba. Namun peristiwa ini yang terbesar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

“Kali ini yang terbesar, rumah kami sampai terendam lumpur hingga satu meter lebih,” kata Suardana didampingi warga lainnya yang juga ikut terdampak banjir lumpur.

Foto: Warga sedang membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir lumpur yang menerjang Desa Songan tanggal 7 Februari lalu.

Suardana mengakui jika posisi rumahnya lebih rendah dari jalan. Sehingga ketika terjadi banjir lumpur, rumahnya selalu terendam.

“Kami mohon bantuan bedah rumah kepada pemerintah,” harapnya kepada anggota Komisi VIII DPR RI IGN Kesuma Kelakan, Bupati Bangli I Made Gianyar, dan BNPB Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli ketika meninjau lokasi kejadian, Sabtu (22/02/2020).

Mendengar harapan dari warga tersebut, Alit Kelakan berkomitmen akan membantu memperjuangkan aspirasi tersebut. Kepada warga ketika berdialog, politisi PDI Perjuangan memberi semangat dan motivasi kepada warga agar tetap kuat menghadapi bencana ini. Pemerintah bersama legislatif, sebutnya, tidak akan tinggal diam dan akan segera dicarikan solusinya.

Terkait harapan bedah rumah yang dilontarkan warga, anggota DPD RI periode 2009-2014 ini mengungkapkan rumah warga yang terdampak banjir lumpur dan terdaftar di rumah tangga sasaran akan dibantu.

“Kalau rumahnya masuk didalam rumah tangga sasaran bisa dibantu (bedah rumah, red). Saya akan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, semoga ini segera ditangani,” kata Alit Kelakan.

Untuk jangka pendeknya, Alit Kelakan menyarankan agar dilakukan reboisasi terutama yang berada di daerah hulu. Ia menegaskan, mitigasi bencana harus juga diedukasi kepada masyarakat secara kontinyu sehingga dapat meminimalkan dampak buruk yang terjadi.

“Bencana itu datang tiba-tiba. Karena itu di hulu harus ditangkal dengan reboisasi dimana daerah-daerah resapan air yang cengkramannya kuat bisa mengantisipasi,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *