Atasi Banjir Lumpur di Songan, Alit Kelakan Beri Solusi Buat Tanggul

Atasi Banjir Lumpur di Songan, Alit Kelakan Beri Solusi Buat Tanggul

Anggota Komisi VIII DPR RI IGN Alit Kelakan, Sabtu (22/02/2020), meninjau lokasi banjir lumpur yang menerjang puluhan rumah warga di Desa Songan, Kintamani saat hujan deras mengguyur pada 7 Februari lalu.

Desa Songan boleh dikatakan menjadi langganan banjir disertai lumpur setiap kali turun hujan. Karenanya ketika musim hujan datang, warga desa yang terletak di pinggir Danau Batur ini selalu dihantui perasaan takut dan khawatir Bagaimana tidak. Tiap kali banjir datang membawa lumpur tersebut selalu menenggelamkan rumah warga. Ketebalan lumpur bahkan bisa mencapai hampir dua meter.

“Banjir itu datang tiap kali musim hujan dan membuat warga was-was. Masalah ini harus segera dicarikan solusinya. Saya sudah diskusi dengan Bapak Bupati Gianyar (Bupati Bangli I Made Gianyar, red),” ujar politisi PDI Perjuangan ini didampingi Bupati I Made Gianyar, BNPB Provinsi dan Kabupaten, Perbekel Desa Songan A dan Songan B, serta sejumlah warga yang terdampak.

Mengatasi persoalan yang terjadi tiap tahun itu, Wakil Gubernur Bali periode 2003-2008 ini memberikan solusi. Ia menyodorkan pembuatan beberapa tanggul atau kanal untuk banjir yang disertai lumpur.

“Tapi tanggul itu tidak bisa langsung ke danau karena akan timbul masalah lain, danau jadi dangkal, sendimentasi akibat pengendapan material lumpur itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, lumpur akan ditampung di tanggul dan tidak akan dialirkan ke danau. “Kita atur, kontrol jaraknya sehingga ketika banjir terjadi lumpurnya tidak mengalir ke danau bahkan bisa memungkinkan meminimalkan dampak kerusakan yang dialami warga,” sebut anggota DPRD Bali periode 1999-2003 ini.

Saat ditanya apa perlu merelokasi warga ke tempat yang aman, Alit Kelakan mengatakan hal itu belum saatnya dilakukan.

“Itu jika masalahnya berat, kalau di Songan saya kira belum sampai kesana semoga masih bisa kita diatasi tanpa harus merelokasi warga. Yang terpenting ada syarat pernyataan bencana dari Bapak Bupati lalu dibantu rekomendasi dari provinsi nanti saya akan bawa solusi tanggul ini ke pusat lewat APBN,” jelas anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini.

Pembangunan tanggul merupakan solusinya jangka panjang. Terpenting saat ini adalah bagaimana mencegah banjir itu tidak datang dengan menajamkan mitigasi bencana untuk mengurangi dampak buruk yang terjadi baik materi maupun jiwa.

“Reboisasi adalah langkah efektif yang dapat diambil. Daerah-daerah resapan air harus diperkuat untuk mengatasi dampak buruk akibat banjir,” ungkap anggota DPD RI periode 2009-2014 ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *