Dengar Pendapat Masyarakat, Alit Kelakan Sosialisasikan Landasan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Bangli

Dengar Pendapat Masyarakat, Alit Kelakan Sosialisasikan Landasan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Bangli

Foto: Anggota Badan Pengkajian MPR RI yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI menggelar Dengar Pendapat Masyarakat, di Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, Selasa (22/12/2020).

Anggota Badan Pengkajian MPR RI IGN. Kusuma Kelakan menyambangi Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli pada Selasa (22/12/2020). Kegiatan itu dalam rangka dengar pendapat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Materi yang dipaparkan yakni “Landasan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”.

Turut hadir Ketua DPRD kabupaten Bangli, Anggota DPRD Kabupaten Bangli dari Fraksi PDI Perjuangan Sang Nyoman Wijaya, kelian dinas, prajuru adat dan tokoh masyarakat.

“Secara filosofis hakikat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai Pancasila,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Bali ini menerangkan, desa memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Bukan hanya dikarenakan sebagian besar rakyat Indonesia bertempat tinggal di desa, tetapi desa memberikan sumbangan besar dalam menciptakan stabilitas nasional.

“Sesuai amanat UU tentang Desa nomor 6 tahun 2014, pasal 2 dijelaskan, penyelenggaraan pemerintahan desa, pengelolaan desa hingga pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa harus berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan NKRI serta Bhineka Tunggal Ika,” terang politisi yang lebih populer dipanggil Alit Kelakan ini.

Menurutnya, pemberdayaan tidak hanya pada sisi peningkatan ekonomi, pengembangan wilayah, atau paham dalam politik, tetapi lebih dari itu pemberdayaan masyarakat dimulai dari tindakan mikro yaitu proses pembelajaran dalam masyarakat yang dimulai dari dengan kegiatan-kegiatan kecil seperti dialog-dialog antar masyarakat atau antar kelompok dalam masyarakat.

Maka, menurutnya, menumbuhkan kesadaran masyarakat desa dalam ber bangsa dan ber negara serta kesadaran bela negara melalui semangat gotong royong dan wawasan kebangsaan, menjadi kegiatan yang penting.

“Kami terus melakukan penyuluhan tentang pentingnya menerapkan/ mengamalkan Pancasila, penyuluhan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat, memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui media massa kepada warga dari anak-anak dan orang tua,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *