Optimalkan Kerjasama Antar Daerah dan Hilirisasi Komoditas Jaga Kestabilan Harga di Bangli

Optimalkan Kerjasama Antar Daerah dan Hilirisasi Komoditas Jaga Kestabilan Harga di Bangli

Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Trisno Nugroho (kiri), dan Bupati Bangli I Made Gianyar.

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli dilaksanakan Rabu (30/10/2019), bertempat di Ruang Rapat Krisna, Kantor Bupati Kabupaten Bangli. HLM TPID Kabupaten Bangli dipimpin langsung Bupati Bangli, I Made Gianyar, yang juga Ketua TPID Kabupaten Bangli, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, selaku Wakil Ketua TPID Provinsi Bali.

Pada HLM juga menghadirkan narasumber Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Made Antara Yasa. HLM dilakukan dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Bangli melalui evaluasi dan tindak lanjut dalam pelaksanaan 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif).

Bupati Bangli Made Gianyar membuka dan memberikan beberapa arahan dalam HLM TPID Kabupaten Bangli. Dikatakan, pentingnya dokumentasi dalam setiap kegiatan TPID Kabupaten Bangli dapat mendukung penilaian pada TPID Berprestasi Tingkat Nasional. Selain itu, Bupati Made Gianyar selalu cepat tanggap apabila terjadi ketidakstabilan harga di masyarakat, seperti fenomena yang terjadi saat ini permasalahan ikan mujair di Desa Trunyan.

Sebagai langkah awal, Bupati Made Gianyar menginstruksikan seluruh ASN (Aparat Sipil Negara) untuk menyerap seluruh kelebihan produksi ikan mujair yang disesuaikan dengan jabatannya. Selain itu, dalam hal menjaga ketahanan ketersediaan air di Bangli, telah diberikan insentif kepada petani khususnya petani di daerah aliran sungai agar tetap menjaga ketersediaan air di Bangli dengan cara tetap menanam pohon bambu dan tidak beralih menanam tanaman jeruk.

Bupati Made Gianyar menyampaikan juga kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk dapat melaksanakan kebijakan Pemerintah dalam pembangunan cold storage yang sejatinya akan direalisasikan pada tahun 2020 untuk menjaga kestabilan harga komoditas yang sering berfluktuatif karena didorong oleh supply dan demand. Bupati Made Gianyar juga mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Bali atas pendampingan selama ini dalam pengembangan klaster-klaster di Bangli, seperti klaster kopi dan bawang merah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho memaparkan terkait perkembangan inflasi dan proyeksi inflasi Provinsi Bali, perkembangan harga komoditas strategis di Bangli, serta rekomendasi jangka pendek maupun menengah dalam pengendalian inflasi di Bangli.

Menurut Trisno, Bank Indonesia tetap akan mensupport secara penuh pengembangan ekonomi juga pengendalian inflasi daerah di Bangli. Salah satu rekomendasi yang diberikan diantaranya BI akan membantu memfasilitasi Bangli dalam kerjasama perdagangan antar daerah di Bali maupun dengan daerah lain seperti dengan Jakarta, guna menyalurkan komoditas-komoditas yang dihasilkan di Bangli termasuk komoditas yang saat ini mengalami oversupply.

Selain itu, OPD menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan dalam upaya pengendalian inflasi dan beberapa isu terkait inflasi salah satunya berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang menyampaikan kekhawatirannya dalam pasokan bawang merah dan cabai (bumbu-bumbuan), sedangkan untuk pasokan daging ayam dan daging babi pasokan terjaga. Kekhawatiran pada pasokan bawang merah dan cabai terutama karena musim kemarau panjang sehingga berdampak pada gagal tanam petani.

Sementara itu, terdapat permasalahan oversupply tomat dan ikan mujiar yang terjadi di Bangli saat ini. Adanya oversupply ikan karena sedang berlangsungnya panen raya di Bangli dan Jawa yang menyebabkan pasokan ikan khususnya ikan air tawar berlimpah. Untuk itu, Bangli memerlukan solusi jangka panjang terkait permasalahan ikan, khususnya ikan mujair agar tidak mematikan petani ikan di Bangli.

Trisno menyampaikan rekomendasi terkait komoditas-komoditas yang mengalami kelebihan produksi di Bangli, diantaranya dapat dilakukan melalui peningkatan kerjasama antar daerah di Bali dalam upaya memenuhi kebutuhan penduduk Bali yang sejumlah 4,2 juta serta ditambah wisatawan mancanegara dan domestik sekitar lebih dari 10 juta jiwa lebih. Selain itu, dapat juga dilakukan pengembangan produk hilirisasi, seperti ikan mujair kering, tomat pasta, saus tomat dan saus cabai. Kedepan Pemerintah melalui BUMD pangan dapat memulai untuk membeli cold storage untuk penyimpanan daging. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *