Balitbang Inovda Buleleng Sodorkan 10 Kajian Isu Strategis, Jadi Acuan Pemkab Tentukan Kebijakan Publik

Balitbang Inovda Buleleng Sodorkan 10 Kajian Isu Strategis, Jadi Acuan Pemkab Tentukan Kebijakan Publik

Kepala Balitbang Inovda Kabupaten Buleleng, dr. Gede Wiartana. (foto: ist.)

Buleleng (Penabali.com) – Sebanyak sepuluh kajian terhadap isu strategis publik diusulkan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbang Inovda) untuk diteliti yang nantinya sebagai rekomendasi adaptasi kebijakan publik pemerintah.

Kepala Balitbang Inovda Kabupaten Buleleng, dr. Gede Wiartana, M.Kes., di ruang kerjanya, Senin (17/1/2022), menjelaskan sesuai tupoksi SKPD adalah membantu Bupati atau Kepala Daerah dalam urusan kelitbangan dan inovasi daerah adalah dapat memberikan solusi terhadap isu atau permasalahan yang berkembang di masyarakat dengan kajian-kajian ilmiah, dengan harapan mampu mengakomodir setiap kebijakan yang dilaksanakan SKPD terkait untuk ditindaklanjuti.

Kaban Wiartana, mengatakan, sepuluh kajian di tahun 2022 terkait dengan permasalahan atau isu yang berkembang di masyarakat seperti kajian bidang pariwisata budaya dan kearifan lokal, kajian sistem belajar pasca Covid-19, kajian pekerja terdampak Covid-19, kajian pembangunan industri dalam menanggulangi kemiskinan, pengembangan kebijakan makro, kajian system pemungutan dan besaran retribusi pengelolaan persampahan.

Selain itu, Kaban Wiartana menambahkan, kajian lainnya seperti sistem drainase, kajian roadmap penguatan sistem inovasi daerah, kajian E-MAP dalam manajemen asset penerangan jalan, diseminasi hasil kelitbangan, fasilitasi hak kekayaan intelektual komunal (indikasi geografis garam lokal).

“Kesepuluh kajian tersebut menjadi program prioritas kami di Balitbang Inovda tahun 2022 yang tentunya menjadi solusi permasalahan publik terkini, sehingga setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat diterapkan dan terlaksana dengan baik kedepannya,” harapnya.

Sementara itu terkait dengan kerjasama dalam penelitian tersebut, Kaban Wiartana menjelaskan, pihaknya menggandeng tim ahli dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Buleleng, dimana pada akhir penelitian akan diadakan desiminasi kelitbangan yang menjadi acuan pemerintah terhadap kebijakan publik yang akan dijalankan. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *