Gerakkan Usaha Crafting di Desa Sidetapa, PLN UID Bali Gelontorkan Dana 80 Juta

Gerakkan Usaha Crafting di Desa Sidetapa, PLN UID Bali Gelontorkan Dana 80 Juta

Foto: Masyarakat Desa Sidetapa Buleleng sedang mengolah kerajinan anyaman dari bambu.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali melalui PLN Peduli memberikan bantuan untuk menggerakkan usaha crafting di Br. Dinas Bantas, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Rabu (18/11/2020).

Desa Sidetapa memang dikenal dengan produk kerajinan anyaman bambunya. Bahkan sebagian besar masyarakat Desa Sidetapa setiap harinya bekerja sebagai pengrajin, baik produksi kerajinan anyaman bambu lokal maupun anyaman bambu kreatif.

Rata-rata masyarakat di desa ini masih kerja home industri, dengan pengerjaan manual tanpa peralatan yang canggih. Dari sinilah PLN Peduli merangkul masyarakat Sidetapa dengan memberikan sebuah ide usaha crafting yang kemudian oleh Komang Rena, Wayan Ariawan, Putu Sudi Karya menggagas kelompok usaha yang diberi nama Corner Bamboo Handicraft yang diresmikan pada 1 Oktober 2020 lalu. Saat ini, kelompok usaha tersebut beranggotakan 40 orang.

Tak hanya sebuah ide saja yang diberikan. Akan tetapi, PLN Peduli memberikan bantuan dana sebesar 80 juta di tahun 2020 ini. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pembelian alat-alat kerajinan, penataan showroom artshop, pembelian bahan baku, pembelian kursi, meja, sound system, LCD Proyektor untuk penunjang sarana dan prasarana pelatihan, baik desain maupun motif yang akan diproduksi.

“Bantuan ini kami persembahkan kepada masyarakat Sidetapa untuk memiliki fasilitas produksi peralatan kerja yang memadai, serta memiliki tempat pemajangan produk atau artshop untuk hasil produksi barang. Selain itu juga agar dapat menciptakan tenaga kerja untuk pembuatan produk-produk baru yang telah di pasarkan, serta mampu bersaing dengan produksi pengrajin lainnya”, ungkap I Made Arya selaku Manajer Komunikasi PLN UID Bali.

Usaha crafting ini berhasil meraup keuntungan yang cukup besar. Total keuntungan selama berproduksi pada 1 Oktober sampai 21 oktober adalah sebesar Rp.4.600.000. Hal ini terjadi peningkatan karena produk kerajinan yang dihasilkan sekarang memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum ada pendampingan.

Selain itu, program ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa setempat. Beberapa masyarakat yang tidak memiliki perkerjaan, saat ini ia bekerja dengan memberikan pelatihan kerajinan serta keterampilan yang telah dimilikinya untuk mengembangkan inovasi produk-produk baru.

Kepala Desa Sidetapa, Ketut Budiasa mengucapkan terima kasih kepada PLN karena berkat program ini, warga Sidetapa khususnya pengrajin bambu dapat menggerakkan sektor ekonomi di desa.

“Harapannya PLN dapat terus mendukung dan membina warga kami sehingga dapat meningkatkan kreatifitas baik dalam bidang kerajinan maupun pengembangan sektor wisata yang ada di desa ini,” tambahnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *