Kejar Target 70%, Vaksinasi Covid-19 Pola Tuntas Kini Digeber di Kecamatan Gerokgak

Kejar Target 70%, Vaksinasi Covid-19 Pola Tuntas Kini Digeber di Kecamatan Gerokgak

Sekda Buleleng, Gede Suyasa. (Foto: ist.)

Penabali.com – Setelah dilakukan di Kecamatan Buleleng, vaksinasi Covid-19 dengan pola tuntas akan dilakukan di Kecamatan Gerokgak. Hal ini dilakukan untuk menunjang target 70 persen masyarakat di Kabupaten Buleleng tervaksin hingga Juli 2021.

“Kita sasar Kecamatan Gerokgak untuk memulai target vaksinasi yang merupakan arahan dari Presiden RI dan Gubernur Bali,” ujar Sekda Gede Suyasa usai memimpin rapat koordinasi skema vaksinasi di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (10/6/2021).

Sekda Suyasa menjelaskan, vaksinasi pola tuntas per kecamatan digunakan sebagai skema. Hal itu diambil untuk mengejar target 70 persen dari jumlah penduduk Buleleng telah tervaksin.

Adanya jaminan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk menyediakan vaksin sesuai target juga menjadi dasar skema ini dibuat.

“Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi sebagai penanggungjawab. Dikoordinasikan bersama koordinator wilayah yang diemban oleh Camat,” jelasnya.

Dengan 50.000 dosis yang tersedia di Kabupaten Buleleng, sasaran pertama setelah Kecamatan Buleleng adalah Kecamatan Gerokgak. Selama sepuluh hari vaksinasi akan dilakukan. Tentunya dengan pola tuntas tersebut.

“Target sama yaitu 70 persen dari penduduk Kecamatan Gerokgak tervaksinasi,” ucap Suyasa.

Rapat koordinasi skema vaksinasi di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng. (Foto: ist.)

Mengenai vaksinasi lansia di Kabupaten Buleleng, Suyasa mengatakan penduduk yang berusia 60 tahun ke atas jumlahnya kurang lebih 100.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, yang sudah divaksin berjumlah 24.000 jiwa.

Sekda Suyasa mengakui, mendatangkan lansia untuk vaksinasi tidak mudah seperti mendatangkan yang lebih muda. Hal itu disebabkan berbagai faktor. Pertama, komorbid yang diderita. Kedua, faktor usia juga menyebabkan susah datang ke tempat vaksinasi.

“Apalagi kalau tempatnya agak jauh dari titik lokasi. Walaupun tempatnya di desa kita lakukan. Titik lokasi vaksinasi, kita lakukan di masing-masing desa tidak di Puskesmas. Di balai desa atau balai banjar di desa tersebut,” katanya.

Dalam satu bulan ke depan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng juga mendapat tugas untuk mencari tenaga pendidik yang belum divaksin. Pendataan tersebut dilakukan karena ada tenaga pendidik yang belum divaksin.

Jika memenuhi syarat saat screening, semuanya sudah divaksin. Tenaga pendidik yang belum divaksin kemungkinan karena punya komorbid atau sedang hamil.

“Sebelum nanti Pertemuan Tatap Muka (PTM) dilakukan, sudah harus divaksinasi semua. Tidak ada guru yang mengajar saat PTM yang belum divaksin,” tutup Suyasa. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *