Kurun Waktu 2 Tahun, Buleleng Mampu Turunkan Prevalensi Stunting 12,85%

Kurun Waktu 2 Tahun, Buleleng Mampu Turunkan Prevalensi Stunting 12,85%

Kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng tahun 2021, bertempat di Balai Serba Guna Kelurahan Banjar Jawa. (foto: ist.)

Buleleng (Penabali.com) – Menindaklanjuti amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng mengadakan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng tahun 2021, bertempat di Balai Serba Guna Kelurahan Banjar Jawa, Kamis (25/11/2021).

Mewakili Kepala Bappeda Buleleng, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Putu Arimbawa, dalam sambutannya menyampaikan mengacu pada data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada akhir tahun 2019, angka prevalensi stunting turun menjadi 18,84%, dan pada tahun 2020 menjadi 7,2 %.

“Artinya dalam kurun waktu 2 tahun kita sudah dapat menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 12,85%,” ujar Arimbawa.

Walaupun sudah mengalami penurunan, angka ini masih tergolong cukup tinggi. Oleh karena itu, mulai tahun 2019 Kabupaten Buleleng dijadikan sebagai salah satu kabupaten/kota lokus percepatan penanganan stunting di Indonesia.

Para peserta kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng tahun 2021, bertempat di Balai Serba Guna Kelurahan Banjar Jawa. (foto: ist.)

Lebih lanjut dijelaskan, dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng menargetkan angka prevalensi stunting turun menjadi 3 sampai dengan 4%. Untuk mencapai target tersebut, kerja keras dan kerjasama pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

Hal itu sesuai dengan komitmen Bupati Buleleng untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting secara signifikan dan merata di seluruh desa. Hal ini didasari atas diterbitkannya Peraturan Bupati Buleleng Nomor 148 Tahun 2018 tentang penurunan stunting.

Melalui tema “Optimalisasi Peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Buleleng”, pihaknya berharap kedepannya KPM dapat berperan lebih banyak lagi terutama dalam memfasilitasi konvergensi pencegahan stunting di desa/kelurahan utamanya melalui pemantauan sasaran rumah tangga pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Arimbawa berharap, pelaksanaan rapat koordinasi ini dapat menghasilkan suatu gerakan yang terkoordinasi, terintegrasi, konvergensi, dan simultan dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Buleleng.

“Dengan dukungan dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, kami yakin harapan tersebut akan menjadi kenyataan,” harapnya. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *