Pengguna QRIS di Bali Makin Meningkat, Rai Wirajaya Ingatkan Cermat Pakai QRIS

Pengguna QRIS di Bali Makin Meningkat, Rai Wirajaya Ingatkan Cermat Pakai QRIS

Sejak Bank Indonesia (BI) meluncurkan QRIS (Quick Response Indonesia Standard) pada 17 Agustus 2019, dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memperkenalkan ke publik di Bali pada awal Januari tahun 2020, pengguna QRIS di Indonesia khususnya Bali semakin meningkat.

Hingga akhir Februari, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali tercatat sudah lebih dari 65 ribu, meningkat sebesar 5% dalam periode satu bulan.

QRIS merupakan metode transaksi pembayaran yang menggunakan Scan kode QR yang sudah distandardisasi oleh Bank Indonesia sehingga seluruh pengguna aplikasi yang menyediakan pembayaran QR dapat bertransaksi di seluruh merchant yang menerima pembayaran QR berbasis QRIS.

Dengan QRIS, merchant termasuk pelaku usaha UMKM dapat mengunakan model pembayaran secara non-tunai dengan hanya satu macam QR Code. Dengan satu QR Code, bisa menerima pembayaran dari aplikasi penyelenggara manapun, baik dari bank atau non-bank, bahkan akan dapat menerima pembayaran dari turis mancanegara.

“Saya salut kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang rutin menggandeng berbagai pihak termasuk anak-anak sekolah dan mahasiswa untuk memperkenalkan QRIS,” ujar anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya disela menghadiri peresmian penggunaan QRIS di BI Corner Undiksha Singaraja, Kamis (12/03/2020).

Didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, politisi PDI Perjuangan asal Peguyangan, Denpasar ini mengatakan disasarnya anak muda dalam sosialisasi QRIS karena menurutnya generasi milenial lebih mudah mengerti dan cepat dalam mengaplikasikan smartphone.

“Kita semua tahu anak muda sekarang hampir semuanya pegang gadget, android, nah dengan mengenalkan QRIS kepada mereka tentunya mereka akan lebih melek teknologi, digital,” kata Rai Wirajaya.

Namun demikian, Ia mengingatkan agar lebih cermat menggunakan QRIS. “Jangan mentang-mentang diberi kemudahan kita lantas tidak bijak menggunakan QRIS, jadi boros, harus cermat belanja sesuai kebutuhan,” pesannya mengingatkan.

Terkait dengan BI Corner, Rai Wirajaya mengapresiasi langkah Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dalam menggalakkan edukasi masyarakat khususnya generasi muda terhadap kehadiran BI Corner.

“Mau butuh data, atau perkembangan ekonomi, moneter kita, mahasiswa bisa mencari informasinya di BI Corner. Apalagi Bank Indonesia rutin merilis berbagai informasi tentang ekonomi, saya harap dimana ada kampus disana ada BI Corner,” ujar Rai Wirajaya.

Sementara itu KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan Bali menjadi model pelaksanaan edukasi QRIS di Indonesia. Karena sejak dikenalkan ke publik di Bali awal Januari tahun 2020, Perwakilan BI Provinsi Bali mengajak tokoh-tokoh masyarakat, para pejabat, UMKM, koperasi, dan elemen serta komponen masyarakat sehingga penetrasi QRIS di Bali cukup tinggi.

“Lumayan cepat, tiada hari tanpa QRIS, tagline-nya meng-QRIS-kan Bali dengan keliling ke kabupaten kota di Bali sehingga bisa Bali in one hand in QRIS,” jelas Trisno.

Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Rai Wirajaya selaku wakil rakyat Bali di Komisi XI DPR RI karena telah mendorong dan mendukung Perwakilan BI Provinsi Bali didalam sosialisasi QRIS ke seluruh Bali. Terlebih sasaran sosialisasi QRIS yang dilakukan Perwakilan BI Provinsi Bali lebih banyak mengarah kepada anak muda generasi milenial.

“Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) jadi salah satu segmen yang kita bidik, semakin banyak anak muda mengenal QRIS maka semakin cepat mendorong digitalisasi ekonomi di Bali,” ucapnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *