Perkuat Ketahanan Pangan, 24 KWT Peroleh Program P2L DKPP Buleleng

Perkuat Ketahanan Pangan, 24 KWT Peroleh Program P2L DKPP Buleleng

Kepala DKPP Buleleng, I Gede Putra Aryana, S.Sos., MAP. (Foto: ist.)

Singaraja (Penabali.com) – Dalam mendukung gerakan gotong-royong, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng mengalokasikan anggaran untuk Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) kepada kelompok wanita tani (KWT) yang ada di Kabupaten Buleleng.

Kepala DKPP Buleleng, I Gede Putra Aryana, S.Sos., MAP., ketika dikonfirmasi di kantornya, Senin, (2/8/2021), menerangkan bahwa 24 KWT mendapat alokasi kegiatan P2L melalui dana Dekonsentrasi atau APBN dan DAK non fisik Ketahanan Pangan.

“P2L untuk tahap penumbuhan mencakup dua puluh KWT dan 4 KWT lainnya adalah tahap pengembangan. Ini berjalan di tahun 2021,” terangnya.

Ditambahkan, khusus tahap penumbuhan dari dana pusat, sebanyak 18 KWT di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Sukasada, Banjar, Seririt, dan Busungbiu telah mencapai 100% kegiatan pekarangan lestari. Sedangkan untuk dua KWT dari Kecamatan Tejakula dan Sawan baru mencapai 50%.

Terkait teknisnya, Kadis Putra Aryana menyampaikan setiap KWT yang ada di desa wajib memiliki lahan yang tidak produktif seluas 5 are dan KWT di kelurahan seluas 2 are, serta sudah masuk dalam data simultan.

“Untuk KWT yang ingin mendapat program P2L dapat mendaftarkan kelompoknya dengan proposal ke DKPP Buleleng,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, setiap KWT yang telah menerima program P2L diberikan target hasil panen sebesar 1 ton dalam kurun waktu 1 tahun. Bilamana belum mencapai target tersebut, pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap kendala yang dialami.

“Perkembangannya kami pantau tiap bulan, jadi KWT melaporkan hasil perkembangan tanamannya kepada kami. Baik itu berupa gambar maupun data,” jelasnya.

Kadis Putra Aryana berharap melalui program P2L ini dapat membantu masyarakat untuk ketahanan pangan ditengah pandemi dan kegiatan pemanfaatan pekarangan untuk pangan dapat diketuktularkan kepada masyarakat lainnya.

“Hasil panen dari KWT dapat manfaatkan langsung oleh kelompok, dijual juga boleh, termasuk juga dijadikan produk olahan,” pungkasnya. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *