Dari Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

Dari Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

Walikota Rai Mantra Ajak Stop Buang Sampah Ke Sungai dan Kurangi Kantong Plastik

 

 

Gerakan tanam pohon dan kebersihan lingkungan menjadi agenda rutin di Kota Denpasar. Ibu Kota Provinsi Bali yang memiliki luas wilayah 127,78 km persegi ini membawa tantangan dalam masalah kebersihan lingkungan. Sehingga greget Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara bersama seluruh jajaran melakukan gerakan serentak dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan kebersihan lingkungan kembali digelar yang bertajuk “Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon” melibatkan peran serta jejaring perempuan di Kota Denpasar. Secara langsung Walikota Rai Mantra mendukung gerakan ini yang sekaligus melakukan aksi nyata pungut sampah plastik bersama komunitas kebersihan dan gerakan penanaman pohon, Jumat (7/12) dipusatkan di muara Pantai Tangtu, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Tampak hadir pula Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan Ketua Gatriwara Ny. I Gusti Ngurah Gede. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti serta organisasi perempuan yang ada di Kota Denpasar.

“Kita semua harus peduli terhadap lingkungan. Karena lingkungan yang bersih dan asri akan diwariskan pada generasi penerus kita,” ujar Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan melalui gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon mengajak semua komponen masyarakat terutama ibu-ibu untuk melakukan gerakan kebersihan secara masif. Disamping itu Rai Mantra juga mengajak semua komponen melakukan gerakan kebersihan mulai dari menjaga kebersihan sungai. Mengingat kebersihan sungai akan membawa dampak terhadap kebersihan pantai, sebab akhir dari aliran sungai bermuara ke pantai. Pada tingkat Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk tidak segan-segan melakukan tindakan tegas pada pembuang sampah ke sungai.

“Saya minta pada Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk melakukan tindakan tegas berupa tipiring pada pembuang sampah ke sungai,” ujarnya. Karena tindakan tegas diperlukan agar masyarakat yang membuang sampah ke suangai semakin paham akan pentingnya menjaga kebersihan sungai. Diharapkan gerakan kebersihan agar dilaksanakan secara rutin dan dihimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan. Mengingat plastik sangat berbahaya dan akan menimbulkan dampak luar biasa terhadap pariwisata.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari,” ajaknya.

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra menambahkan untuk mendukung gerakan yang telah dicanangkan Walikota, pihaknya bersama seluruh PKK sampai tingkat banjar akan melakuan gerakan kebersihan sungai termasuk juga terus mensosialisaikan pengurangan penggunaan sampah plastik.

“Kami terus bersinergi untuk mensukseskan program Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan lingkungan bersih seperti terdapat pada 10 program pokok PKK,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara I Gusti Agung Sri Wetrawati menyampaikan melalui gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon diharapkan dapat mewujudkan Kota Denpasar yang bersih dan rindang. Disamping juga untuk meningkatkan jejaring dan peran perempuan untuk turut menjaga lingkungan. Dalam gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon kali ini melibatkan CSR PT. Astra dengan memberikan pohon sebanyak 1.000 pohon terdiri dari 500 pohon nangka dan 500 pohon kelapa. Disamping itu juga ditanam pohon mangga dan pohon jepun serta bangur. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *