23 Perbekel Resmi Dilantik, Ketua Komisi I DPRD Denpasar Suteja Kumara: Perbanyak Program Bermanfaat, Jangan Hanya Program Seremoni

23 Perbekel Resmi Dilantik, Ketua Komisi I DPRD Denpasar Suteja Kumara: Perbanyak Program Bermanfaat, Jangan Hanya Program Seremoni

Foto: Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Ketut Suteja Kumara.

Bertempat di Wantilan IPA Ayung III Blusung PDAM Kota Denpasar Jl. Antasura No. 51 Denpasar, Senin (11/11/2019), Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra resmi melantik 23 perbekel masa bakti 2019-2025 pada Pemilihan Perbekel Kota Denpasar tahun 2019.

Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Ketut Suteja Kumara saat ditemui usai menghadiri upacara pelantikan perbekel mengatakan ada tugas dan pekerjaan serius menanti para perbekel. Salah satunya adalah penyelesaian RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa). Menurut Suteja Kumara, RPJMDes adalah rencana kegiatan pembangunan desa untuk jangka waktu enam tahun ke depan

Dalam menyusun RPJMDes, jelas Suteja Kumara, perbekel bersama pemerintah desa wajib menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan desa secara partisipatif yang diikuti Badan Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat desa, yang kemudian disetujui dan ketok palu. Dalam RPJMDes juga diatur mana yang menjadi kewenangan desa dan mana yang menjadi kewenangan pemerintah kota sehingga tidak saling berbenturan.

“Membangun desa itu tak hanya bermodalkan semangat tinggi. Harus tahu koridor dan aturannya, selesaikan dulu RPJMDes sampai enam tahun ke depan, baru kemudian kerjakan APBDes,” jelas Suteja Kumara.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menambahkan, perbekel yang baru juga harus mulai menata wilayahnya dengan menggali, mengembangkan, dan memberdayakan potensi yang dimiliki desanya. Lalu bagaimana mengenal dan mengetahui apa potensi yang ada di desa, Suteja Kumara mengungkapkan, perbekel wajib membuat data base atau profil desa.

Di era revolusi industri 4.0 dan era dimana semua pemenuhan kebutuhan manusia sekarang serba online, maka Ia menyarankan perbekel harus membuat profil desa yang berbasis digital.

“Sampai sekarang saya melihat masih sedikit desa punya profil desa apalagi yang berbasis digital,” ungkap politisi yang akrab dipanggil SUKU (Suteja Kumara, red) ini.

Menurutnya, didalam profil desa itu akan termuat semua potensi yang dimiliki baik potensi ekonomi, data kependudukan, riwayat dan asal usul desa, statistik, dan lainnya. Perbekel juga kata SUKU, harus sudah mulai merancang dan membangun sebuah aplikasi layanan yang akan memudahkan pelayanan pemerintahan yang cepat, mudah, dan transparan.

“Saya harap kedepannya masyarakat Kota Denpasar untuk urusan surat menyurat yang sederhana tak perlu lagi wara wiri ke kantor desa kesana kemari, cukup lewat handphone bisa dari rumah, diprint, selesai,” ujarnya.

Tuntutan jaman sekarang tentu serba digital. Era digital saat ini menurutnya adalah keniscayaan. Mau tidak mau suka atau tidak suka, seseorang yang kurang mau belajar teknologi informasi dan komunikasi tentu akan tertinggal. Karena itu sekali lagi SUKU mengingatkan, perbekel di era milenial saat ini, sudah harus melek teknologi, dan mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tuntas demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dikatakan juga, desa saat ini mengelola anggaran yang tidak sedikit. Untuk itu, ia mewanti-wanti perbekel agar berhati-hati mengelola anggaran desa. SUKU juga menyarankan agar didalam penggunaan anggaran, lebih banyak untuk kegiatan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Seperti perbanyak belanja modal semisal perbaikan jalan, got, penerangan lampu jalan skala desa atau lingkungan, tempat ibadah maupun balai kelompok dan banjar.

“Kalau mau jadi perbekel dua tiga periode, maka perbanyaklah program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, jangan program yang sifatnya seremoni saja,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *