Aksi Damai “Frontier Bali dan Aliansi Kami Bersama Jrx SID” Desak Sidang Jrx SID Dilakukan Tatap Muka

Aksi Damai “Frontier Bali dan Aliansi Kami Bersama Jrx SID” Desak Sidang Jrx SID Dilakukan Tatap Muka

Foto: Aksi damai massa mendesak PN Denpasar agar sidang Jrx SID dilakukan tatap muka.

Sekitar pukul 11.00 wita, Kamis (10/09/2020) ratusan massa yang tergabung dalam Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier Bali) dan Aliansi Kami Bersama Jrx SID menggelar aksi dengan tertib dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Kedatangan mereka untuk mendesak PN Denpasar menggelar sidang Jrx SID dilakukan secara tatap muka. Selain itu, dalam aksinya mereka juga mendesak agar Jrx SID dibebaskan dari semua dakwaan yang menjeratnya.

Secara bergantian perwakilan massa melakukan orasi. Diantaranya perwakilan dari Fanbase Superman Is Dead yakni Ladyrose, Frontier Bali, Solidaritas Jrx SID Gianyar, Solidaritas Jrx SID Karangasem, Solidaritas Jrx Jembrana dan komunitas penggiat bersepeda.

Selain itu juga ada pembacaan puisi dari Komunitas Bersih-Bersih Bali. Teatrikal dari Komunitas Manubada dan Falsafah yang menuntut agar JRX dibebaskan. Aksi ini juga diramaikan dengan kegiatan lukis di tempat aksi yang dilakukan Danusegara.

Saat aksi berlangsung, perwakilan dari massa diterima pihak pengadilan untuk bertemu Ketua dan Wakil PN Denpasar.

Made Krisna ‘Bokis’ Dinata dari Frontier Bali menegaskan, bahwa Jrx SID tidak melakukan perbuatan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan terkait suku, ras, agama, dan golongan serta tidak ada melakukan perbuatan mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

“Jrx SID harus dibebaskan. Harus dibebasakan,” tegas ‘Bokis’ Dinata.

Desakan kepada PN Denpasar juga disampaikan salah satu orator, Nyoman Mardika. Ia memperingatkan PN Denpasar agar melakukan persidangan Jrx SID dengan seadil-adilnya, menuntut agar persidangan Jrx bebas dari intervensi kepentingan apapun baik kepentingan politik ataupun kepentingan pemodal. Dan mendesak agar persidangan Jrx dilakukan secara tatap muka, bukan daring (online).

Terkait dengan hasil pertemuan dengan pihak PN Denpasar, Mardika menjelaskan bahwa pihak pengadilan berjanji menangani sidang Jrx dengan seadil-adilnya dan tidak akan ada intervensi dari pihak manapun. Terkait dengan tuntutan sidang Jrx SID dilakukan secara tatap muka, pihak PN Denpasar hanya menjelaskan bahwa persidangan yang dilakukan terhadap terdakwa yang ditahan dapat dilakukan secara virtual.

Atas hal tersebut, Mardika menegaskan sidang Jrx SID penting dilakukan secara tatap muka untuk menjamin hak-haknya.

“Sidang secara tatap muka akan kami tuntut terus,” seru Mardika. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *