Babak Final Virtual Rock Festival Jaya-Wibawa, Cawali Jayanegara Apresiasi Semangat Bermusik Anak Muda

Babak Final Virtual Rock Festival Jaya-Wibawa, Cawali Jayanegara Apresiasi Semangat Bermusik Anak Muda

Foto: Salah satu finalis, Pista Band, tampil memukau dihadapan Paslon Jaya-Wibawa, Selasa (03/11/2020) di Gentleman Garage, Sidakarya Denpasar.

Sebuah event musik bertajuk Virtual Rock Festival Jaya-Wibawa untuk Denpasar digelar di Gentleman Garage Jl. Sidakarya Denpasar, Selasa (03/11/2020) sore.

Event yang memasuki babak puncak ini dihadiri Paslon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1, IGN Jayanegara dan I Kadek Agus Arya Wibawa (Paslon Jaya-Wibawa), Ketua Tim Kampanye Jaya-Wibawa Ketut Suteja Kumara, dan parpol koalisi.

Penggagas acara yang tergabung dalam Relawan De Gadjah melalui pembinanya Made Muliawan Arya (De Gadjah) menuturkan event ini merupakan aspirasi dari generasi milenial termasuk dari para seniman khususnya musisi-musisi muda di Kota Denpasar.

“Delapan bulan selama pandemi covid ini kita tak bisa berekspresi bermusik tapi ini saatnya kita tampil untuk mengaktualisasikan jiwa berkesenian anak muda, tetap kita usung semangat protokol kesehatan cegah covid-19,” ujar De Gadjah yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar dalam sambutannya.

Pria yang kerap tampil dengan kepala plontos ini menerangkan, awalnya event musik secara virtual ini diikuti 21 grup band. Setelah melewati babak penyisihan, maka didapat 5 finalis yang berhak tampil di babak final.

“Para juri yang menilai merupakan juri-juri yang handal di bidangnya,” sambung Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini seraya menambahkan ada tiga juri penilai antara lain Beni Crazyhorse, Doni Lolot dan Basistha W. Chromatic PH.

Adapun lima band yang tampil di babak puncak ini yaitu Nemare, D’Project Band, Pista Band, Organized Kaos, dan Summerday on Sunday. Lagu yang dinyanyikan mengusung tema “Jaya-Wibawa Untuk Denpasar MAJU”.

Setelah melalui tahap penilaian yang ketat dan obyektif, dewan juri akhirnya memutuskan 5 pemenang. Rinciannya adalah Juara Harapan II diraih D’Project Band, Juara Harapan I diraih Organized Kaos, Juara III direbut Nemare, Juara II Summerday on Sunday, dan Juara I diraih Pista Band.

Foto: Ketua Tim Kampanye Jaya-Wibawa Ketut Suteja Kumara menyerahkan hadiah kepada Juara I, Pista Band.

“Aspek penilaian antara lain kekompakan dan pesan lagu yang disampaikan tepat dan jelas,” ujar salah seorang dewan juri usai membacakan hasil penilaian.

De Gadjah mengungkapkan tema lomba yang mengusung “Jaya-Wibawa Untuk Denpasar MAJU” dipilih untuk memacu semangat kreativitas anak muda milenial yang hobi musik.

Ia juga menyatakan, Paslon Jaya-Wibawa adalah sosok pemimpin rasa saudara. Kesantunan, keramahan, visioner, berpengalaman, dan kepeduliannya terhadap beragam aspirasi menjadi nilai plus bagi paslon nomor urut satu itu untuk memimpin Kota Denpasar.

“Saya sudah kenal mereka berdua jauh sebelum saya menjadi anggota dewan (DPRD Denpasar, red). Jayanegara adalah figur yang santun, sederhana, peduli dengan masyarakat terbawah. Sedangkan Kadek Agus figur anak muda yang cerdas, peduli, santun juga sederhana. Jadi saya rasa ini paslon yang komplit dan sesuai dengan slogan menyame braye merangkul semua kalangan,” terang De Gadjah.

Sementara itu, Calon Walikota Denpasar IGN Jayanegara menyatakan sangat mengapresiasi bakat bermusik anak-anak muda di Kota Denpasar. Meski dalam masa pandemi covid-19, anak muda milenial ini tetap semangat didalam mengekspresikan jiwa berkeseniannya, mengaktualisasikan karya musiknya sebagai wadah kreatif sejalan dengan visi Paslon Jaya-Wibawa membangun Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Kota Denpasar yang MAJU (Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul).

“Selama kepemimpinan saya mendampingi Walikota Rai Mantra, jiwa-jiwa anak muda Denpasar tumbuh kreatif dan inovatif. Kami yakinkan bahwa kami Jaya-Wibawa akan memberi ruang seluas-luasnya bagi semua seniman untuk menuangkan daya seni kreatifnya dan salah satu yang telah saya bangun bersama Pak Rai (Walikota Rai Mantra, red) itu Dharma Negara Alaya, sebuah modern creative hub yang berdiri di Kota Denpasar,” beber Cawali Jayanegara didampingi Cawawali I Kadek Agus Arya Wibawa seraya mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba Virtual Rock Festival Jaya-Wibawa.

Masih menurut Cawali Jayanegara, Dharma Negara Alaya bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, oleh seniman dari berbagai daerah tak hanya di Denpasar. Bahkan dari luar negeri sekalipun.

“Karena kedepan kami berdua ingin memberikan kesempatan khususnya bagi musisi anak muda untuk memanfaatkan Dharma Negara Alaya sebagai media berkesenian karena disana didukung lighting, sound system, dan peralatan lainnya yang memadai. Dari Dharma Negara Alaya kita gaungkan spirit Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya,” tutup Cawali Jayanegara. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *