Cegah Penyebaran Covid-19, Ozonisasi Jadi Cara Ampuh Bunuh Kuman, Virus, dan Bakteri

Cegah Penyebaran Covid-19, Ozonisasi Jadi Cara Ampuh Bunuh Kuman, Virus, dan Bakteri

Foto: Wakil Ketua Umum Bidang Kesehatan dan Olahraga Kadin Bali dr. Gede Patra.

Pemerintah Provinsi Bali telah membuka tatanan kehidupan era baru tahap pertama pada 9 Juli 2020. Pada tahap awal ini, aktivitas masih dibatasi pada masyarakat lokal Bali.

Pada tahap selanjutnya, tahap dua dan tiga, aktivitas akan diperluas lagi pada kegiatan khususnya sektor pariwisata domestik pada 31 Juli 2020, dan pariwisata internasional pada bulan September 2020.

Khusus bagi sektor pariwisata, tatanan kehidupan era baru ini tentu menjadi angin segar bagi industri pariwisata. Mengingat 4 bulan lebih sektor pariwisata mengalami “mati suri”. Tak sedikit hotel, restoran dan sejenisnya, maupun obyek wisata harus ditutup sementara.

Ketika tatanan kehidupan era baru dibuka, pemerintah mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, termasuk industri pariwisata.

Untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan lebih penting lagi faktor kesehatan dengan mengendalikan penyebaran virus corona, industri pariwisata wajib melakukan protokol kesehatan. Salah satu yang bisa diterapkan adalah dengan ozonisasi.

Menurut Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kesehatan dan Olahraga Kadin Bali dr. Gede Patra didampingi Putu Parwata Kantiana selaku Koordinator Tim Partisipasi Penanggulangan Covid-19 Kadin Bali, di Denpasar, Selasa (14/7/2020) mengungkapkan satu karakter covid-19 jika terpapar matahari, ditempat terbuka, kecil kemungkinan menyebar atau bahkan virus itu akan mati.

Yang patut diwaspadai saat ini, kata dr. Patra, adalah potensi penyebaran virus di dalam gedung-gedung tertutup. Ia mencontohkan hotel-hotel yang telah lama tidak beroperasi. Ruangan atau kamar yang tertutup lama bisa saja ruangannya menjadi pengap.

“Dibersihkan secara manual sudah pasti dilakukan. Namun yang paling efektif dan efisien dilakukan adalah dengan ozonisasi,” ujar dr. Patra.

Foto (ki-ka): Wakil Ketua Umum Bidang Kesehatan dan Olahraga Kadin Bali dr. Gede Patra, Ketua Kadin Bali Gede Ariandi, dan Koordinator Tim Partisipasi Penanggulangan Covid-19 Kadin Bali Putu Parwata Kantiana.

Ozon merupakan gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya jika terhisap dan dapat merusak paru-paru.

Namun dalam dunia kesehatan, ozon menjadi bermanfaat karena fungsi dan kegunaannya dapat membunuh virus, kuman, dan bakteri secara efektif. Prosesnya dikenal dengan sebutan ozonisasi.

Meski belum banyak dikenal, namun dari sisi kesehatan, ozonisasi sangat berguna untuk membersihkan udara-udara kotor, dan membunuh bakteri serta kuman yang berbahaya bagi kesehatan.

“Ozonisasi itu upaya sterilisasi yang efektif dan ekonomis,” kata Ketua Majelis Kode Etik Rumah Sakit (Makersi) Bali ini.

Dalam upaya pemerintah mempercepat penanganan pandemi covid-19, ozonisasi menjadi satu solusi efektif dan aman untuk mencegah penyebaran covid-19 makin meluas lagi.

“Jadi oksigen disinari dia terpecah dari O1 dan O1 ini bergabung dengan oksigen menjadi O3. O3 ini sifatnya radikal bebas dan molekulnya tidak stabil. Tidak stabil saat terkena sel-sel mikro organisme langsung mengoksidasi sel-sel mikro organisme tersebut sehingga virus bakteri kuman akan mati. Setelah dia bekerja dan ketemu dengan oksigen O3 ini akan terlepas kembali menjadi O2 sehingga udara bisa dihirup kembali,” jelas Koordinator Tim Partisipasi Penanggulangan Covid-19 Kadin Bali, Putu Parwata Kantiana.

Foto: Koordinator Tim Partisipasi Penanggulangan Covid-19 Kadin Bali, Putu Parwata Kantiana.

Saat mengozonisasi sebuah ruangan, maka ruangan tersebut harus diberikan sirkulasi udara yang bagus sehingga O3 dan O2 bercampur serta kadar O3 akan menurun. Kelebihan ozon ini juga karena dibuat dari oksigen dan kembali lagi menjadi oksigen maka tidak ada ampas dan merupakan oksidan alami dan ramah lingkungan.

“Setelah proses ozonisasi selesai maka udara akan menjadi lebih bersih dan sehat,” terang pengusaha sukses ini.

Ozonisasi sangat aman digunakan karena tanpa menggunakan bahan kimia karena cara kerjanya yang membersihkan semua permukaan dan udara secara alami.

“Kamar hotel maupun kamar pasien dan ruang operasi, atau tempat-tempat tertutup di perkantoran bahkan rumah sangat disarankan melakukam ozonisasi agar kuman, bakteri dan virus dalam ruangan bisa mati,” ungkap Parwata. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *