Dijaga Ketat Tim Medis dan Satpol PP, 185 PMI Asal Denpasar Jalani Karantina di Rumah Singgah

Dijaga Ketat Tim Medis dan Satpol PP, 185 PMI Asal Denpasar Jalani Karantina di Rumah Singgah

Foto: Pemkot Denpasar telah menyiapkan 8 rumah singgah bagi pekerja migran Indonesia asal Denpasar untuk dikarantina.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menjelaskan, per hari Senin (20/04/2020) terdapat 185 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Denpasar yang sedang mengikuti karantina di rumah singgah yang disediakan Pemkot Denpasar. Jumlah tersebut dipastikan akan bertambah seiring kepulangan para pekerja migran ke Indonesia dalam beberapa hari kedepan.

Dewa Rai mengatakan, setelah seluruh PMI menjalani masa karantina selama 14 hari dan dinyatakan negatif, maka bersangkutan kembali diwajibkan untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

“Iya totalnya 28 hari karantina, 14 hari karantina di rumah singgah, dan 14 hari karantina mandiri di rumah masing-masing. Saya harap mereka disiplin mematuhinya,” kata Dewa Rai.

Selama proses karantina 14 hari tersebut, pihak keluarga tidak diperbolehkan menjenguk dan hanya bisa berkomunikasi via telepon atau media sosial. Dalam masa karantina akan diawasi selama 24 jam oleh 3 tenaga medis dari RSUD Wangaya maupun puskesmas termasuk juga dijaga ketat personel Satpol PP yang bekerjasama dengan pihak security hotel. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *