Golkar Bali Kian Solid, Dewan Pertimbangan Dihuni Kader Lintas Profesi “4 Jalur”

Golkar Bali Kian Solid, Dewan Pertimbangan Dihuni Kader Lintas Profesi “4 Jalur”

Foto: Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali bersama Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi Bali, foto bersama di depan Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali.

Setelah DPD Partai Golkar Provinsi Bali mengumumkan susunan komposisi dan personalia Partai Golkar Provinsi Bali masa bakti 2020-2025, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry kembali mengumumkan Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025, di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi, Jumat (20/03/2020).

Didampingi sejumlah pengurus diantaranya Sekretaris Made Dauh Wijana dan Komang Suarsana, dihadapan awak media Sugawa Korry merilis nama-nama Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi Bali hingga tahun 2025.

Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, yakni I Gusti Ngurah Alit Yudha, Wakil Ketua I Gede Wiratha dan I Wayan Subawa, Sekretaris A.A. Ngurah Rai Wiranata, dan Bendahara A.A. Ayu Suryaningsih. Sedangkan anggota antara lain Ida Bagus Ardhana, Ida Bagus Kade Perdana, Tjokorda Gde Ngurah, I Wayan Gunawan, I Made Ariandi, Pande Made Latra, Jro Gde Witama, Putu Sambi, I Gusti Ketut Anom, Agus Wiyasa Pande, Wayan Warsa T. Bhuwana, I Gusti Made Perasu, Erwin Siregar, Viraguna Bagoes Oka, I Gusti Bagus Puspa Negara, dan Agus Maha Usadha.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry, komposisi Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi Bali saat ini berasal dari 4 jalur atau dari lintas profesi yang kompeten di bidangnya masing-masing.

“Kalau dulu Golkar didukung tiga jalur dari jalur ABRI, jalur kader, dan birokrasi. Tapi sekarang ada tambahan satu jalur lagi yakni jalur pengusaha,” jelas Sugawa Korry.

Ia kemudian merinci 4 jalur tersebut. Jalur ABRI seperti I Gusti Ngh. Alit Yudha (P2M), Kol. (Purn.) Pande Made Latra. Lalu jalur birokrasi ada nama IB Ardana (Bupati Jembrana periode 1980-1990) dan I Wayan Subawa. Kemudian dari jalur kader Golkar ada nama Tjok Gede Ngurah, Wayan Warsa T. Bhuwana, Putu Sambi, I Gusti Ketut Anom, A.A. Ayu Suryaningsih, I Gusti Made Perasu, Wayan Gunawan, dan Erwin Siregar. Jalur pengusaha, diantaranya Gede Wiratha, Viraguna Bagoes Oka, Ida Bagus Kade Perdana, Jro Gde Witama, dan Agus Maha Usadha.

“4 jalur ini saya harap menjadi pilar kuat yang akan memberikan pertimbangan-pertimbangan strategis bagi Partai Golkar di Bali dan kami berketetapan hati membangun Bali menuju ke arah yang lebih baik,” harap Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali periode 2019-2024 ini.

Dengan terbentuknya Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi Bali, Sugawa Korry juga berharap dengan tangan terbuka menerima masukan, saran, dan bahkan kritik yang konstruktif bagi Partai Golkar.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kesediaan para tokoh dan senior yang telah bergabung, ini tentu demi kebaikan Partai Golkar dan kemajuan Bali,” ucap politisi asal Desa Banyuatis Buleleng ini.

Sementara itu, salah satu anggota Dewan Pertimbangan, Ida Bagus Kade Perdana mengatakan Partai Golkar adalah partai nasionalis yang punya pengalaman luas di perpolitikan tanah air.

Foto: Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025, Ida Bagus Kade Perdana.

“Di Partai Golkar banyak orang-orang intelektual, dia juga bukan partai trah tertentu. Bagi saya Golkar punya visi dan misi yang sama dengan hati nurani saya yang ingin mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 dengan membangun bangsa dan negara menuju masyarakat yang sejahtera, maju, modern, adil, dan makmur,” terang pria yang juga pengusaha ini.

Kade Perdana juga menyatakan bersama anggota Dewan Pertimbangan yang lain, akan memberikan pemikiran dan masukan strategis terkait pembangunan SDM yang berkualitas dan berdaya saing serta berintegritas tinggi, serta aktif memperjuangkan dan merealisasikan hak dan keinginan rakyat menuju kehidupan yang lebih baik, maju, dan modern tanpa mengabaikan budaya nusantara.

“Saya harap Partai Golkar menjadi partai solid, sehat, kuat, besar dalam kualitas dan kuantitas, terpercaya, terhormat dan terpandang. Juga bisa kembali menjadi partai penguasa yang mampu menciptakan NKRI menjadi negara maju, modern dengan rakyat sehat sejahtera bahagia berdaulat adil dan makmur,” ungkap pengusaha asal Jembrana ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *