Gubernur Koster Tinjau Proyek Pelabuhan Sanur, Pengerjaan Breakwater Sisi Selatan dan Utara Dikebut

Gubernur Koster Tinjau Proyek Pelabuhan Sanur, Pengerjaan Breakwater Sisi Selatan dan Utara Dikebut

Gubernur Koster berdialog dengan nelayan disela meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Sanur. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Pembangunan Pelabuhan Sanur merupakan salah satu dari tiga pelabuhan yang dirancang, yaitu Pelabuhan Segitiga Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, yang dibangun sekaligus secara bersamaan dengan anggaran penuh dari APBN Kementerian Perhubungan RI.

Total anggaran Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan mencapai Rp.560 milyar.

Secara rinci, anggaran Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida senilai Rp.87 Milyar, Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan Rp.97 milyar, dan Pelabuhan Sanur di Denpasar anggarannya paling besar, mencapai Rp.376 milyar.

“Pada bulan September 2017 (saat itu belum menjadi Calon Gubernur Bali, red) saya sempat melakukan penyeberangan laut dari Sanur menuju Nusa Penida dengan menggunakan kapal boat. Karena ombaknya besar, saya sempat mengangkat kain agar tidak terkena air laut. Kondisi itu ternyata banyak saya temui di Sanur, seperti ada pemangku dan warga yang membawa banten juga ikut mengangkat kainnya untuk menuju kapal boat. Jadi sangat kasian kondisinya saat itu. Oleh karena itu, begitu saya balik dari Nusa Penida, saya langsung menghubungi Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara (sebelum menjadi Wali Kota Denpasar, red), Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, dan Anak Agung Kompiang Raka untuk ikut meninjau kembali kondisi penyeberangan laut di Sanur pada akhir bulan September 2017,” cerita Gubernur Koster saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Sanur, Rabu (08/09/2021).

“Ternyata astungkara saya terpilih menjadi gubernur, dan dilantik sebagai Gubernur Bali pada 5 September 2018. Begitu saya terpilih menjadi gubernur, saya langsung mengambil inisiatif berkomunikasi dengan Bapak Menteri Perhubungan RI pada saat saya dipanggil oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo tanggal 22 April 2018. Di Istana Presiden, saya melaporkan langsung keinginan untuk membangun Pelabuhan Segitiga Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan,” sambungnya.

“Astungkara Bapak Presiden berkenan menyetujui dan langsung menginstruksikan kepada Bapak Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi untuk memprogramkan sekaligus tiga pelabuhan usulan Gubernur Bali. Untuk Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida mulai dibangun tahun 2020 akan selesai bulan Oktober tahun 2021. Kemudian Pelabuhan Bias Muncul di Nusa Ceningan dan Pelabuhan Sanur di Denpasar dikerjakan mulai tahun 2021 dan selesai tahun 2022,” tambah Gubernur Koster.

Mantan Anggota DPR RI tiga periode ini menyebut, Pelabuhan Sanur akan menjadi pelabuhan yang sangat bagus. Karena desainnya dikontrol langsung Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi yang dipimpin oleh seorang arsitek Bali, Popo Danes.

“Ini akan menjadi pelabuhan yang sangat baik untuk penyeberangan warga Bali yang akan ke Nusa Penida, Nusa Ceningan dan ke Nusa Lembongan atau melaksanakan upacara keagamaan pada saat piodalan di Pura Ratu Gede Dalem Ped serta berwisata karena Pulau Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan sangat terkenal di dunia sebagai obyek wisata,” tutur Gubernur Koster.

Berdasarkan aspirasi dari Wali Kota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, perbekel, hingga nelayan, dimana agar kelompok nelayan di sekitar Pelabuhan Sanur meminta untuk disiapkan tempat secara khusus.

“Maka merujuk informasi tersebut, saya selaku Gubernur Bali menegaskan sangat setuju. Karena suatu pembangunan pada prinsipnya tidak boleh menggusur atau mematikan sumber kehidupan masyarakat lokal. Jadi prinsip dasar itu, yang mana pembangunan harus harmonis dengan wilayah disini beserta masyarakat dengan kehidupannya. Disini karena sejarahnya nelayan, maka harus kita jaga agar sejarah nelayan di Sanur ini terjaga dengan baik. Kemudian juga perlu bale atau tempat berkumpul untuk kelompok nelayan, dan hal ini sudah diakomodir dengan meminta para pelaksana untuk memastikan arealnya,” tegas gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini.

Ketut Sukarja yang mewakili Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, dihadapan Gubernur Koster menyampaikan terima kasih karena sudah memperhatikan nasib nelayan ditengah pembangunan Pelabuhan Sanur.

“Sejak dari awal kami meminta difasilitasi tempat khusus untuk nelayan. Jangan sampai nanti ketika pelabuhan ini berdiri bagus, kami para nelayan malah menjadi penonton disini. Sehingga dalam kesempatan yang baik ini, kami sebagai nelayan yang tergabung di Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih yang memiliki 40 anggota, memohon agar selalu diperhatikan oleh Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali untuk diberdayakan. Karena selain menjadi nelayan, kami juga hadir sebagai penyelamat masyarakat, apabila ada musibah di laut,” ujar Ketut Sukarja.

Gubernur Koster dalam peninjauannya juga meminta pelaksana proyek untuk memastikan tempat suci yang ada di kawasan pembangunan Pelabuhan Sanur terjaga dengan baik, tidak sampai terganggu, termasuk juga tempat melastinya harus diberikan ruang untuk memperlancar pelaksanaan upacara yang dilakukan oleh masyarakat di Sanur.

“Saya akan memantau pembangunan ini setiap bulan sekali, supaya betul-betul sesuai rencana pembangunannya,” tegasnya.

“Jadi kunjungan saya ini, untuk memastikan pekerjaan pembangunan Pelabuhan Sanur ini berjalan dengan baik sesuai jadwal. Setiap tahapan saya minta targetnya tercapai dan saya mendorong pelaksana proyek agar bekerja dengan baik, penuh tanggungjawab, dan memenuhi komitmennya sesuai dengan kontrak. Di dalam pengerjaan ini, juga saya minta agar sedapat mungkin melibatkan warga yang ada disini sebagai tukang, agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat disini. Termasuk kebutuhan materialnya, karena ini merupakan pekerjaan yang perlu keakuratan yang tinggi dan tidak boleh sembarangan material. Maka sepanjang materialnya berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan, saya minta pihak pelaksana mengakomodir material yang ada di masyarakat sini dengan kontraktor lokal disini, supaya juga pembangunan pelabuhan ini berdampak langsung bagi tenaga kerja di Sanur serta menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus menggairahkan perekonomian masyarakat yang ada di wilayah Sanur,” tutup Gubernur Koster.

Sementara itu, Pimpinan Proyek Hutama Bangun Virama KSO, Heru Wijanarko, dihadapan Gubernur Koster melaporkan bahwa proyek pembangunan Pelabuhan Sanur saat ini sedang memasuki tahap pekerjaan breakwater 1 (sisi selatan) berupa pemasangan geotextile yang progressnya 79 persen, pemasangan batu core dengan progress mencapai 27 persen, serta pemasangan secondary layer yang progressnya baru 6 persen.

Sedangkan untuk pekerjaan breakwater 2 (sisi utara) juga sudah menunjukan progress 72 persen berupa pemasangan geotextile, pemasangan batu core 54 persen, dan pemasangan secondary layer yang progressnya baru mencapai 9 persen.

“Selain pekerjaan breakwater 1 dan breakwater 2, kedepan proyek pembangunan Pelabuhan Sanur akan memasuki tahapan pekerjaan pengerukan, pekerjaan talud, pekerjaan dermaga apung hingga pekerjaan fasilitas darat dengan target penyelesaian di bulan Mei 2022,” jelas Heru. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *