Integrasikan Komponen Sistem Pengamanan Berbasis Desa Adat, Gubernur Koster Keluarkan Pergub “SIPANDU BERADAT”

Integrasikan Komponen Sistem Pengamanan Berbasis Desa Adat, Gubernur Koster Keluarkan Pergub “SIPANDU BERADAT”

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Masyarakat Secara Terpadu Berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT).

Dalam keterangan persnya kepada awak media di Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (10/07/2020), Gubernur Koster mengatakan pergub ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam mengintegrasikan dan mensinergikan pelaksanaan kegiatan komponen sistem pengamanan lingkungan masyarakat berbasis desa adat dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

Selain itu, pergub ini juga bertujuan untuk mewujudkan ketertiban, keamanan, dan ketentraman lingkungan serta perlindungan wilayah dan krama desa adat, krama tamiu, dan tamiu secara berkelanjutan.

Gubernur Koster menjelaskan, ruang lingkup pergub ini meliputi komponen SIPANDU BERADAT, tata kelola SIPANDU BERADAT, peningkatan kemampuan pecalang, sarana prasarana, pemberdayaan, dan pendanaan.

“SIPANDU BERADAT dibentuk di desa adat, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi,” kata Gubernur Koster.

Di tingkat desa adat, komponen SIPANDU BERADAT meliputi unsur pecalang, Pelindungan Masyarakat (Linmas), Bhayangkara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan/atau Pam Swadaya terdiri dari Satuan Pengamanan (Satpam), dan/atau Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda).

Sedangkan komponen SIPANDU BERADAT di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi beranggotakan unsur-unsur lembaga sesuai tingkatannya.

“Seluruh komponen SIPANDU BERADAT melaksanakan tugas dan fungsinya di wewidangan desa adat, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” sebut Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster.

Dalam melaksanakan tugas pengamanan, komponen SIPANDU BERADAT dapat berkoordinasi dengan unsur-unsur lembaga sesuai tingkatannya.

Guna mengintegrasikan dan mensinergikan tugas pengamanan lingkungan terpadu berbasis desa adat maka dibentuk Forum SIPANDU BERADAT di tingkat desa adat, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.

Forum SIPANDU BERADAT memiliki fungsi pre-emtif dan preventif dalam penanganan keamanan dan ketertiban lingkungan di desa adat. Dalam melaksanakan fungsi pre-emtif, Forum SIPANDU BERADAT memiliki tugas mengumpulkan data yang berpotensi memunculkan situasi gangguan ketertiban, ketentraman, keamanan, dan kerawanan sosial; menerima laporan terjadinya potensi gangguan ketertiban, ketentraman, keamanan, dan kerawanan sosial; menganalisis data dan laporan mengenai potensi terjadinya gangguan ketertiban, ketentraman, keamanan, dan kerawanan sosial; melaporkan temuan/potensi gangguan ketertiban, ketentraman, keamanan, dan kerawanan sosial kepada pejabat yang berwenang; menyampaikan rekomendasi penyelesaian masalah; dan menyampaikan laporan berkala atau sewaktu-waktu bilamana diperlukan.

Dalam rangka mendukung fungsi dan tugas Forum SIPANDU BERADAT tingkat desa adat, dapat dilaksanakan kegiatan preventif terbatas antara lain pengaturan lalu lintas dalam kegiatan adat, budaya, dan keagamaan; penjagaan lokasi tempat hiburan yang rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat; pengawalan kegiatan kemasyarakatan; patroli ke tempat￾tempat yang berpotensi rawan keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat; dan pengawasan ketertiban lingkungan wilayah krama desa adat, krama tamiu, dan tamiu di wilayah desa adat.

“Kegiatan preventif hanya dilaksanakan oleh pecalang, Pam Swadaya, dan bantuan perkuatan dari Kepolisian, Babinsa, Linmas, Satuan Polisi Pamong Praja apabila diperlukan dalam koordinasi kepolisian setempat,” jelas gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan preventif mengikutsertakan sistem keamanan lingkungan di wewidangan banjar. Dalam rangka mendukung kegiatan preventif Forum SIPANDU BERADAT dilengkapi dengan peralatan berbasis teknologi.

Pecalang sebagai pelaksana tugas pengamanan di desa adat diberikan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kemampuan melaksanakan tugas pengamanan wilayah dan krama di wewidangan desa adat.

“Pecalang yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan pelatihan berhak mendapatkan sertifikat Gada Pratama yang diterbitkan oleh lembaga/badan usaha jasa keamanan yang diketahui oleh MDA tingkat Provinsi,” ucap jebolan alumni ITB ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *