Istri Diduga Selingkuh, Suami Tunjuk Law Firm Togar Situmorang Jadi Kuasa Hukum

Istri Diduga Selingkuh, Suami Tunjuk Law Firm Togar Situmorang Jadi Kuasa Hukum

Tak kuasa menahan sakit hati karena diduga istri selingkuh dengan pria idaman lain (PIL), seorang pria berinisial YI asal Kota Surabaya menunjuk Law Firm Togar Situmorang di Jalan Gatot Subroto Timur No.22 Kota Denpasar sebagai kuasa hukum.

Alasan pria pekerja swasta ini mencari keadilan, lantaran istri tercinta yang seharusnya menjadi panutan dalam keluarga justru mencari PIL. Padahal dari hasil perkawinannya, pasangan suami istri sah ini telah dikaruniai seorang anak.

“Kami dari Law Firm Togar Situmorang ditunjuk oleh saudara YI untuk mengurus permasalahan ini. Dimana pada hari Jumat tanggal 18 September 2020 kami dari Togar Situmorang Law Firm yaitu advokat Sabam Antonius Nainggolan, S.H., dan advokat I Putu Sukayasa Nadi, S.H., mendatangani Satreskrim Polres Gianyar untuk membuat pengaduan masyarakat dari klien kami,” terang Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm “TOGAR SITUMORANG”, Togar Situmorang, Jumat (18/09/2020) kemarin.

Advokat yang menjadi Tim 9 Investigasi Komnaspan RI ini mengungkapkan seharusnya dalam kondisi pandemi covid-19 sekarang ini yang begitu mengkhawatirkan dan masyarakat banyak yang merasakan kesusahan, harusnya bisa menjaga diri baik hubungan kita sebagai suami istri maupun hubungan kita di masyakarat.

“Apalagi bila seseorang yang mempunyai suatu jabatan dan dipercayakan untuk menjadi seseorang pimpinan di masyarakat seharusnya tidak melakukan tercela dan harus memberikan contoh yang baik bukan seperti ini melakukan suatu perselingkuhan atau menggoda istri orang,” ungkap Togar Situmorang yang juga Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang Jawa Timur.

Togar Situmorang mengatakan, YI yang merasa mahkotanya dilanggar, nekat mengadukan masalah ini ke kepolisian dan diduga dilakukan oleh oknum kelian dinas yang sudah berumah tangga juga.

“Disini saya tekankan bahwa perbuatan perselingkuhan atau perzinahan itu memang perbuatan yang tidak patut dilakukan apalagi dilakukan oleh orang yang sudah memiliki ikatan perkawinan yang sah di mata hukum dan agama,” kata Ketua Pengkot POSSI Kota Denpasar ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *