Istri Ketua Kadin Bali Alit Wiraputra, Jro Ratna: Penangkapan Suami Saya Penuh Kejanggalan

Istri Ketua Kadin Bali Alit Wiraputra, Jro Ratna: Penangkapan Suami Saya Penuh Kejanggalan

Istri dari Ketua Kadin Bali A.A. Alit Wiraputra, yaitu Jro Ratna.

Istri Ketua Kadin Bali A.A. Alit Wiraputra, Jro Ratna mengaku sangat sedih atas penangkapan suaminya dalam kasus dugaan penipuan pengurusan perizinan Kawasan Pelabuhan Benoa Denpasar. Ia menilai penangkapan suaminya itu penuh kejanggalan. Sebab, sebelumnya pihaknya sudah menyampaikan kepada penyidik akan menghadiri pemeriksaan pada tanggal 18 April 2019 nanti usai Pemilu.

Jro Ratna membenarkan pada tanggal 5 April 2019 ada surat panggilan dari Polda Bali yang meminta suaminya hadir untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada tanggal 9 April 2019. Tapi karena ada kesibukan, Jro Ratna sudah melayangkan surat ke Polda Bali untuk dilakukan penundaan pemeriksaan hingga tanggal 18 April 2019.

“Kemudian datang panggilan II yang meminta suami saya datang tanggal 12 April 2019 untuk diperiksa. Pertanyaanya sekarang, kenapa belum juga tanggal 12 suami saya ditangkap? Ini ada apa?,” tanyanya keheranan, saat ditemui di Denpasar, Senin (15/4) sore.

“Saya memang tidak paham soal hukum, tapi penangkapan terhadap suami saya ini seolah-olah seperti sinetron yang kejar tayang,” ujar Ibu lima orang anak ini.

Meski sang suami tercinta saat ini sedang berada dalam tahanan, namun Jro Ratna Meski tetap menunjukkan ketegaran hatinya. Ia tetap tabah menghadapi musibah yang menimpa keluarganya ini. Jro Ratna yakin, bahwa suaminya tidak bersalah dalam kasus ini.

“Saya tetap bersyukur kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Yakin bahwa Tuhan tidak akan memberi ujian melebihi dari kemampuan manusia, Tuhan tidak pernah tidur sehingga kebenaran akan selalu menang pada akhirnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan pengurusan perizinan Kawasan Pelabuhan Benoa Denpasar. Tersangka ditangkap petugas pada tanggal 11 April 2019 sekitar pukul 03.00 dini hari di Jakarta. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *