Jaga Alam Gumi Bali Tetap Bersih, Gubernur Koster Keluarkan 2 Pergub

Jaga Alam Gumi Bali Tetap Bersih, Gubernur Koster Keluarkan 2 Pergub

Gubernur Bali Wayan Koster kembali membuat gebrakan dengan mengeluarkan dua Peraturan Gubernur (Pergub) sekaligus. Pengumuman dua Pergub tersebut dilaksanakan, Selasa (12/11/2019), di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar.

Dua Pergub tersebut adalah Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 Tentang Bali Energi Bersih, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Gubernur Koster mengatakan, kedua pergub ini saling mengkait, dan diharapkan bisa dijalankan untuk menjaga alam Bali tetap bersih dari polusi udara dan polusi suara. Pergub ini kata Gubernur Koster, juga sesuai dengan kearifan lokal sehingga dapat mendukung kepariwisataan Bali yang ramah lingkungan dan berkualitas. Gubernur Koster mengklaim, Bali menjadi provinsi pertama yang punya Pergub ini.

“Peraturan Gubernur ini merupakan wujud nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Bali dalam mengimplementasikan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala,” jelas Gubernur Koster didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kadisnakertrans Provinsi Bali Ida Bagus Ardha, dan General Manajer PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa.

Gubernur Koster juga menerangkan, Peraturan Gubernur Nomor 45 Tentang Bali Energi Bersih terdiri dari 11 Bab dan 33 Pasal dengan semangat utama adalah menjamin pemenuhan semua kebutuhan energi di Bali secara mandiri, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berkeadilan dengan menggunakan energi bersih.

Sedangkan Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai, terdiri dari 17 Bab dan 25 pasal.

Gubernur Koster menjabarkan, kebijakan percepatan penggunaan KBL berbasis baterai diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan alam Bali serta meminimalkan kerusakan situs warisan budaya dan bangunan suci keagamaan di Bali. Selain itu, mendukung program Pemerintah untuk efisiensi energi dan pengurangan polusi di bidang transportasi, dan mendorong kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Bali untuk percepatan peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak fosil ke KBL Berbasis Baterai.

Strategi percepatan penggunaan KBL Berbasis Baterai, jelas Gubernur Koster, dilakukan melalui kewajiban penggunaan KBL Berbasis Baterai pada instansi pemerintah, otorita pengelola kawasan, BUMN/BUMD, serta perusahaan yang bergerak di bidang angkutan umum secara bertahap.

“Kita juga akan mengarahkan penggunaan KBL pada zona-zona tertentu seperti kawasan obyek wisata termasuk menyasar kalangan pelajar dan generasi muda sebagai pengguna potensial KBL Berbasis Baterai. Bupati Klungkung juga sangat tertarik dan akan mencobanya di Nusa Penida,” ungkap pejabat kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *