Jangan Anggap Remeh Covid-19, Dewa Indra: “Satu saja tak disiplin hasilkan 12 transmisi lokal”

Jangan Anggap Remeh Covid-19, Dewa Indra: “Satu saja tak disiplin hasilkan 12 transmisi lokal”

Foto: Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewa Made Indra.

Angka kasus positif covid-19 di Bali per hari Selasa (28/04/2020), menembus jumlah 215 kasus. Ada tambahan 22 kasus dimana 13 orang diantaranya tertular karena pernah kontak dengan orang positif covid-19 (transmisi lokal). Dari 13 orang tersebut, 8 orang diantaranya berasal dari satu banjar di Kabupaten Bangli dan 4 orang berasal dari satu lingkungan di Kabupaten Karangasem. Sedangkan satu positif transmisi lokal ada diluar dua kabupaten tersebut.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewa Made Indra mengungkapkan dari tambahan kasus transmisi lokal yang terjadi di Kabupaten Bangli dan Karangasem tersebut dapat disimpulkan bahwa arahan-arahan Pemprov Bali dan Gugus Tugas Provinsi Bali, oleh bupati/walikota se-Bali pada tingkat implementasinya di lapangan belum dijalankan secara penuh dan disiplin oleh masyarakat.

“Artinya masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan covid-19 seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” ujar Dewa Indra, Selasa (28/04/2020), di Denpasar.

Dewa Indra mengatakan, kasus hari ini menunjukkan ketidakdisiplinan dan ketidaktaatan masyarakat terhadap arahan pemerintah dan protokol penyebaran covid-19.

“Terutama kepada sahabat-sahabat para pekerja migran semuanya tanpa terkecuali saya harap agar disiplin. Karena jika satu hingga dua saja tidak disiplin, maka menghasilkan 12 transmisi lokal seperti hari ini. Bayangkan jika banyak PMI yang tidak disiplin, berapa kasus yang akan terjadi,” ungkapnya.

Ia berharap jumlah laporan positif hari ini tidak akan terulang lagi. Karenanya, Dewa Indra mengingatkan kembali untuk tidak meremehkan covid-19.

“Sekali kita meremehkan, maka jangan heran kalau hal seperti ini akan terulang kembali,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *