Kasus Dugaan Korupsi di LPD Tanggahan Peken Masuki Babak Baru, Ketua LPD Non Aktif Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi di LPD Tanggahan Peken Masuki Babak Baru, Ketua LPD Non Aktif Jadi Tersangka

Foto: Korban Ni Wayan Juniarti (tengah) didampingi Kuasa Hukum korban Dr. I Nyoman Prabu Buana Rumiartha, S.H., MH., (paling kanan), dan anak Juniarti, Putu Yuda Negara, M.M.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di LPD Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Kecamatan Susut Kabupaten Bangli yang dilaporkan beberapa nasabah, salah satunya korban Ni Wayan Juniarti, S.Pd., melalui Laporan Polisi No : LP-A/279/VII/2020/Bali/SPKT, memasuki babak baru. Ketua LPD Tanggahan Peken non aktif telah ditetapkan menjadi tersangka.

Korban Juniarti menuturkan bahwa dirinya berserta para korban lainnya tidak dapat menarik uang tabungannya yang ditabung dengan jerih payah hasil kerja para korban selama ini.

“Kami tidak dapat menarik tabungan kami sejak tahun 2017 lalu, segala cara sudah kami tempuh agar kami bisa menarik tabungan kami,” ujar korban Juniarti.

Sementara itu kuasa hukum para korban, Dr. I Nyoman Prabu Buana Rumiartha, S.H., M.H., & Rekan, serta para korban nasabah LPD Tanggahan Peken yang dirugikan menyatakan sangat mengapresiasi kinerja Polda Bali atas penetapan tersangka Ketua non aktif LPD Tanggahan Peken terkait dugaan tindak pidana korupsi.

“Saya mewakili para korban mengapresiasi kinerja Polda Bali terutama jajaran Dit Reskrimsus,” kata kuasa hukum korban, Prabu Buana Rumiartha.

Prabu Buana Rumiartha menambahkan dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Advokat muda yang aktif memberikan bantuan hukum pada masyarakat ini menambahkan, dimungkinkan patut diduga adanya unsur tindak pidana pencucian uang terkait oknum siapa saja yang terlibat, sepenuhnya diserahkan pada proses hukum yang berlaku.

Seperti diketahui kisruh LPD Tanggapan Peken Desa Sulahan Susut Bangli bermula dari pihak LPD tidak mampu mengembalikan uang nasabah baik berupa tabungan maupun deposito. Hal ini terjadi sejak tahun 2017 saat para nasabah hendak menarik uang/deposito namun tidak bisa dengan alasan masih tarik uang di bank dan uang masih beredar. Karena tak kunjung ada pencairan, membuat para nasabah mulai curiga hingga melakukan pelaporan ke Polda Bali. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *