Kesaktian Pancasila Terancam, Fraksi Golkar DPR Gus Adhi: “Kembalikan pendidikan Pancasila di sekolah”

Kesaktian Pancasila Terancam, Fraksi Golkar DPR Gus Adhi: “Kembalikan pendidikan Pancasila di sekolah”

Foto: MPR RI menyelenggarakan Sosialisasi 4 Pilar MPR di Denpasar, bekerjasama dengan PRGI Cabang Kuta Utara.

Denpasar (Penabali.com) – Sumber dari PPIM UIN tahun 2018 menyebutkan 63% guru memiliki opini intoleran terhadap agama lain.

“Ini karena dampak ketidakhadiran negara dalam pembinaan mental ideologi bangsa,” ujar Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang diselenggarakan MPR RI bekerjasama dengan PGRI Cabang Kuta Utara, bertempat di Hotel Aston Denpasar Jl. Gatot Subroto, Denpasar, Rabu (23/06/2021).

Anggota legislatif pusat yang lebih populer dipanggil Gus Adhi ini menambahkan, selain guru, akibat ketidakhadiran negara dalam pembinaan mental ideologi bangsa, berdasarkan sumber dari mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut 3% anggota TNI terpapar ekstrimisme.

Kemudian hasil survey Alvara tahun 2018 merilis 19,4% PNS tidak setuju Pancasila, hasil survey Cisfrom 2018 sebanyak 36,5% mahasiswa kampus Islam setuju khilafah, dan sumber dari BNPT tahun 2018 menyebutkan 7 kampus terpapar paham ekstrimisme agama.

“Karena itu sebagai bagian dari warga negara, MPR RI wajib untuk terus mensosialisasikan 4 Pilar itu yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” tutur Gus Adhi.

Kader partai berlambang pohon beringin asal Kerobokan, Badung ini mengatakan, dipilihnya guru menjadi sasaran dari sosialisasi 4 Pilar MPR RI karena guru sebagai pembangun jiwa dan kekuatan bangsa Indonesia. Ia juga mengungkapkan, sosialisasi 4 Pilar MPR RI di era kekinian apalagi ditengah masa pandemi Covid-19, tantangannya tidaklah gampang. Terlebih ada upaya-upaya dari berbagai pihak yang ingin merongrong Pancasila.

Guru dalam hal ini PGRI, menurut Gus Adhi adalah panutan dan pencetak kader-kader bangsa yang diharapkan memiliki karakter ideologi kebangsaan.

Foto: Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra.

“Kedepan kami ingin mendorong agar sosialisasi 4 Pilar ini menjadi program rutin PGRI Badung untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila mulai dari lingkungan pendidikan,” kata Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI.

“Mari kita kembalikan pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran inti di sekolah karena ini merupakan pendidikan akhlak yang harus diberikan kepada siswa,” serunya dengan tegas.

Plt. Kadisdikpora Kabupaten Badung, I Made Mandi menyatakan sosialisasi 4 Pilar MPR RI sangat strategis dalam rangka menumbuhkembangkan rasa persatuan membangun bangsa Indonesia, khususnya terhadap para guru yang kemudian 4 Pilar itu ditransformasikan kepada anak didiknya di sekolah.

“Faktanya saat ini terjadi degradasi moral dan mental terhadap generasi muda kita. Kemajuan informasi dan teknologi saat ini terjadi multi arah bisa diperoleh darimana saja. Oleh karena itu, dengan sosialisasi 4 Pilar ini saya menekankan kepada para guru agar lebih proaktif mengawasi, membimbing dan membina anak didiknya agar tidak terpengaruh negatif oleh kemajuan teknologi sekarang ini. Bersama-sama kita perkuat Pancasila sebagai falsafah bangsa,” tuturnya.

Senada dengan Plt. Kadisdikpora Badung, I Wayan Tur Adnyana selaku Ketua PGRI Badung juga sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang kali ini menyasar para guru honorer.

“Ini sosialisasi kelima kalinya dan saat ini giliran PGRI Kuta Utara sebagai pelaksana. Harapannya para guru mendapat pencerahan lebih terkait 4 Pilar ini,” ucap Tur Adnyana.

Selain Gus Adhi, dalam kegiatan ini juga menghadirkan 8 narasumber dari Anggota MPR RI. Antara lain Alimin Abdullah (Fraksi PAN), Agustina Wilujeng Pramestuti (F – PDI Perjuangan), Putih Sari (F – Gerindra), H. Syarief Abdullah Alkadrie (F – Nasdem), H.E. Herman Khaeron (F – Partai Demokrat), Hj. Aliyah Mustika Ilham (F – Partai Demokrat), Maria Goreti (Kelompok DPD RI), dan Habib Ali Alwi juga dari Kelompok DPD RI. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *