Komit Bangun Pertanian Jembrana, Ini Solusi Jitu Nengah Tamba

Komit Bangun Pertanian Jembrana, Ini Solusi Jitu Nengah Tamba

Foto: Tokoh masyarakat Jembrana, Nengah Tamba (kanan), menggandeng Ekosis untuk membangkitkan pertanian di Jembrana dari hulu sampai hilir dengan sentuhan teknologi.

Kabupaten paling ujung barat Pulau Bali yaitu Kabupaten Jembrana pada tahun 2010 memiliki luas lahan 32.702 Ha yang terdiri dari lahan sawah, tegal atau kebun dan pekarangan.

Didukung rata-rata curah hujan 2.002 per tahun dan ketinggian tempat antara 0 – 600 m dpl, Kabupaten Jembrana sangat cocok untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian.

Namun demikian, potensi yang cukup besar itu justru belum digarap maksimal. Selama ini komoditas andalan yang dikembangkan di Kabupaten Jembrana yang sesuai dengan agroekosistem dan menjadi tumpuan hidup penghasilan petani diantaranya pisang, mangga, Rrmbutan, kacang panjang, jagung dan kedelai. Jika itu dapat digarap, dikembangkan, dan dikelola dengan baik, tentu harapan mensejahterakan petani sangat terbuka lebar.

Untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, salah seorang tokoh masyarakat Jembrana, Nengah Tamba, angkat bicara. Tokoh yang sangat getol dan tanpa kenal lelah memperjuangkan pertanian dan petani ini punya solusi jitu mengangkat potensi pertanian di kabupaten yang punya julukan Bumi Mekepung ini.

Tokoh yang digadang-gadang akan maju sebagai Calon Bupati Jembrana di Pilkada Jembrana tahun 2020 ini menyatakan akan menggandeng Ekosis, sebuah startup pertanian berbasis teknologi digital (agritech) untuk membantu petani Jembrana dan membangun pertanian Jembara dari hulu ke hilir dengan sentuhan teknologi.

“Saya mau petani saya sejahtera, tidak nyenyak tidur saya mendengar petani saat panen malah menangis. Saya gandeng Eksosis dan semoga bisa membantu petani di Jembrana,” kata Tamba yang ditemui usai mengikuti webinar yang diikuti pembicara Business Development Specialits Ekosis, Felicia, para relawan JKJ (Jembrana Kembali Jaya), perwakilan petani Jembrana dan sejumlah tokoh masyarakat Jembrana, Senin (29/06/2020).

Tamba yang juga Ketua Relawan JKJ ini mengatakan, dirinya menggandeng startup pertanian, Eksosis, tujuannya untuk menghadirkan solusi pertanian berbasis teknologi dari hulu ke hilir. Khususnya untuk membantu menggarap potensi pertanian padi, perkebunan buah seperti cokelat, manggis hingga durian dan budidaya tanaman porang yang kini digandrungi petani Jembrana.

Selain itu, ungkap Tamba, Jembrana punya potensi produksi beras luar biasa tapi padi petani justu dipanen jadi gabah tapi tidak dijadikan beras di Jembrana, melainkan gabah menyeberang dulu dijual ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Setelah menjadi beras baru menyeberang lagi dijual ke Bali. Ini diakibatkan karena minimnya mesin penggilingan gabah menjadi beras sehingga petani menjual gabah dengan harga murah yakni Rp.4.200 per kilogram sehingga tidak mendapatkan nilai tambah.

“Hampir 60 persen petani di Jembrana petani padi. Kami butuh mesin penggilingan padi agar gabah bisa diolah jadi beras dan dijual dengan harga lebih tinggi sehingga kesejahteraan petani meningkat. Sebab saat panen gabah dibeli dengan harga murah, gabah dikirim ke luar Bali, sedikit diolah ke Jembrana,” papar Tamba.

“Saat diolah jadi beras di Jawa Timur dikembalikan lagi ke Bali dengan harga 12 ribu per kilo. Petani saat panen malah jadi stress, belum lagi persoalan ijon, lalu ada padi kena angin, harga ditekan,” imbuhnya.

Untuk meyakinkan petani di Jembrana, Tamba mengatakan akan membawa Ekosis bertemu langsung dengan petani dan melihat langsung potensi pertanian di kabupaten dengan luas wilayah 841.80 km² ini.

“Kami ingin Ekosis bisa menjadi semacam fasilitator mengangkat kesejahteraan petani Jembrana,” ucap Calon Bupati Jembrana yang akan berpaket dengan Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) sebagai Calon Wakil Bupati Jembrana. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *