KPU Denpasar Sepakati Tertibkan Baliho Paslon di Area Pribadi, Paket Jaya-Wibawa Ajak Relawan Taati Aturan

KPU Denpasar Sepakati Tertibkan Baliho Paslon di Area Pribadi, Paket Jaya-Wibawa Ajak Relawan Taati Aturan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menggelar rapat di kantor setempat, Jumat (16/10/2020). Rapat dihadiri Ketua KPU Bali, anggota KPU Denpasar, anggota Bawaslu Kota Denpasar serta masing-masing dari Tim Kampanye Paslon Pilwali Denpasar.

Rapat dibuka Ketua KPU Denpasar, Wayan Arsa Jaya. Dalam rapat itu, Ia menyampaikan evaluasi terhadap hasil rapat pada tanggal 11 Oktober 2020 tentang antusiasme dan semangat masyarakat memasang gambar dukungan paslon di ruang milik masyarakat atau swasta yang awalnya “diperbolehkan” namun akhirnya “tidak diperkenankan”.

Penyampaian ini dipertegas Bawaslu Kota Denpasar dan anggota KPU Provinsi Bali bahwa pemasangan gambar-gambar tersebut masuk katagori APK (alat peraga kampanye). Sehingga mengacu kepada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 Tahun 2020 dan hasil rapat/kesepakatan di KPU tanggal 17 September 2020, bahwa selain APK yang difasilitasi KPU yang telah terpasang di masing-masing 1 titik di empat kecamatan dan 1 titik di depan kantor KPU adalah tidak sesuai PKPU 11/2020 dan kesepakatan rapat tanggal 17 September 2020.

Sehingga, KPU kemudian menginstruksikan bahwa tiga hari kedepan mulai tanggal 17 Oktober 2020 sampai tanggal 19 oktober 2020 APK yang masih terpasang akan ditertibkan/diturunkan. APK itu baik baliho yang menghadap ke jalan, menghadap ke dalam rumah, di dalam area rumah maupun di luar rumah.

Menanggapi kesepakatan tersebut, Ketua Tim Kampanye Paslon nomor urut 1 Jaya Wibawa, Ketut Suteja Kumara menghimbau kepada para relawan dan pendukung untuk mentaati apa yang menjadi aturan dalam Pilwali 2020 ini.

Foto: Ketua Tim Kampanye Jaya-Wibawa, Ketut Suteja Kumara, berfoto bersama usai mengikuti rapat dengan KPU Kota Denpasar dan Bawaslu Denpasar, Jumat (16/10/2020).

“Paslon Jaya-Wibawa adalan paslon yang taat azas dan taat aturan. Kami akan tetap menghimbau tentang hal-hal baik kepada masyarakat pendukung Paslon Jaya-Wibawa. Walau sangat disayangkan, dikarenakan keputusan/kesepakatan rapat tanggal 11 Oktober 2020 masyarakat bergotong royong dengan atusias memasang gambar-gambar dukungan kepada paslon nomor urut 1 Jaya-Wibawa, sekarang dengan sadar dan taat aturan kembali harus menurunkan baliho yang sudah dipasang. Biaya yang dikeluarkan masyarakat juga tentu tidak sedikit dalam situasi pandemi ini. Bila ini dipergunakan untuk beli sembako tentu akan sangat bermanfaat,” kata Suteja Kumara.

Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar ini sangat mengapresiasi semangat warga masyarakat Kota Denpasar memberikan dukungan kepada Paslon Jaya-Wibawa Nomor urut 1. Ia juga menyampaikan terima kasih atas usaha gotong royong dan soliditas lewat tanda gambar-tanda gambar yang dipasang di area rumahnya masing-masing.

Kendati kesepakatan baru ini pendukung Jaya-Wibawa harus menurunkan baliho dukungannya, namun Suteja Kumara yakin hal itu tidak akan menyurutkan semangat dan antusias masyarakat untuk memberi dukungan kepada Paslon nomor urut 1 Jaya Wibawa.

“Tinggal sekarang, apakah serius dan konsisten Bawaslu dan Satpol PP Kota Denpasar serta KPU menjalankan keputusan/kesepakatan ini. Agar tidak seperti saat hari Umanis Kuningan kemarin kami menghimbau dan bergerak kemana-mana menurunkan gambar-gambar yang berisi ucapan hari raya, ternyata ada juga yang masih terpasang sampai sekarang,” tandas pria yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Denpasar ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *