Lagi, Dua Cruise Sandar Bersamaan di Benoa Cruise Terminal Dermaga Timur

Lagi, Dua Cruise Sandar Bersamaan di Benoa Cruise Terminal Dermaga Timur

Foto: Dua unit cruise yang sandar bersamaan di Pelabuhan Benoa yakni MS Vasco Da Gamma dengan bobot kapal 55.877 GT (gross ton) serta MV Europa dengan bobot kapal 28.890 GT.

Pelabuhan Benoa kembali menerima dua kapal pesiar yang sandar secara bersamaan. Kedua kapal dengan ukuran masing-masing 210 meter dan 199 meter itu, “parkir” dengan aman dan selamat di Benoa Cruise Terminal Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Senin (20/01/2020).

Bersandarnya dua kapal pesiar ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya dua kapal pesiar berukuran besar dengan panjang masing-masing 181 meter berbendera Australia yakni Insignia dan Azamara Quest berpenumpang masing-masing 1.000 orang terdiri dari 400 kru kapal dan 600 orang penumpang, sandar di Pelabuhan Benoa pada bulan Maret 2019.

“Ini prestasi luar biasa PT Pelindo III Cabang Benoa, Navigasi, stakeholder, sehingga bisa lakukan penyandaran dengan sempurna,” ujar Kepala KSOP Benoa, Agustinus Maun, saat diwawancarai awak media di Pelabuhan Benoa.

Agustinus menambahkan, dua unit cruise yang sandar hari ini adalah MS Vasco Da Gamma dengan bobot kapal 55.877 GT (gross ton) serta MV Europa dengan bobot kapal 28.890 GT. Kedua kapal tersebut merupakan kapal ke-5 dan ke-6 yang sandar di Pelabuhan Benoa selama bulan Januari 2020.

“Keduanya membawa 2.100 penumpang untuk berwisata di Bali. Cruise Vasco Da Gamma berangkat meninggalkan Pelabuhan Benoa Senin sore menuju Sydney Australia. Sedangkan Europa menuju Komodo (Pulau Komodo, red),” jelas Agustinus.

Pada tanggal 20 Februari nanti, Pelabuhan Benoa juga akan menerima kapal cruise dengan panjang 294 meter. Dari sisi infrastruktur dan keselamatan pelayaran, jelas Agustinus, Dirjen Perhubungan Laut telah menyiapkan semua fasilitas termasuk rambu-rambu navigasi. Bahkan pada bulan Desember tahun 2019, Pelindo III telah meluncurkan sebuah sistem pelayanan kepelabuhanan berbasis internet yakni Port Operation Command Center (POCC).

Agustinus menerangkan, POCC yang beroperasi selama 24 jam non-stop dalam 7 hari seminggu merupakan sistem layanan digital berbasis internet milik Pelindo III yang mengatur seluruh aktivitas kepelabuhan baik bongkar muat maupun jadwal sandar kapal di pelabuhan. Nantinya sistem ini akan menghubungkan antara petugas Pelindo III, stakeholder pelabuhan dan mitra bisnis atau pemilik kapal dalam satu layanan, sehingga semakin mempermudah proses koordinasi di pelabuhan.

Fungsi POCC ialah mengintegrasikan sistem internal seperti TOS (operasional terminal), Vasa (pelayanan kapal), Anjungan (pelayanan tagihan), dan lainnya, dengan sistem eksternal, seperti Inaportnet (sistem informasi kepelabuhanan).

“Dengan teknologi itu kita bisa memantau memonitor kapal secara live melalui CCTV sehingga dapat menjamin keselamatan keamanan pelayaran selama kapal cruise memasuki Pelabuhan Benoa. Dari sisi darat, Benoa Cruise Terminal juga sudah dapat melayani penumpang lebih banyak. Dilengkapi teknologi keamanan yang baik sesuai standar keamanan pelabuhan yang ditentukan International Maritime Organization,” jelasnya.

Pelabuhan dibawah Pelindo III khususnya di Benoa akan terus berupaya meningkatkan pelayanan serta fasilitas guna semakin banyak menarik kapal sandar terutama cruise sebagai upaya dukungan Pelindo III kepada pemerintah mencapai target kunjungan wisatawan asing di tahun 2020.

Pelindo III berkomitmen mendukung pemerintah memperoleh devisa dari wisata dengan menyiapkan fasilitas dan pelayanan pelabuhan khususnya di Benoa untuk sandar cruise.

Selain mengantarkan wisatawan yang berwisata di Bali, kedua cruise ini juga melakukan pertukaran penumpang hingga logistik dari Bali menuju destinasi wisata selanjutnya. Kedepan, Pelindo III berkomitmen akan terus meningkatkan fasilitas pelabuhannya guna meningkatkan kunjungan cruise di Bali. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *