MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar, Gus Adhi: “Harus terus bumikan agar Indonesia semakin kuat”

MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar, Gus Adhi: “Harus terus bumikan agar Indonesia semakin kuat”

Foto: Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMK PGRI 3 Denpasar, Senin (28/9/2020).

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMK PGRI 3 Denpasar, Senin (28/9/2020). Dalam kegiatan ini MPR RI bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Denpasar.

Turut hadir Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Alimin Abdullah bersama tiga orang anggota MPR salah satunya, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, Walikota Denpasar yang diwakili Kadisdikpora Kota Denpasar, Ketua PGRI Kota Denpasar, dan anggota PGRI Kota Denpasar.

Dihadapan para guru, Adhi Mahendra Putra mengatakan dari berbagai sumber menyebut paham radikalisme, ekstremisme, maupun kilafah sudah menjalar ke berbagai sendi kehidupan termasuk di sektor pendidikan. Anggota Komisi VI DPR RI ini menyebut ada 63 persen guru memiliki opini intoleran terhadap agama lain, ada 3 persen anggota TNI terpapar ekstremisme, 19,4 persen ASN tidak setuju Pancasila. Lalu ada 36,5 persen mahasiswa kampus Islam setuju kilafah, dan ada 7 kampus terpapar ekstremisme agama.

“Kita khawatir akan dampak ketidakhadiran negara terhadap pembinaan mental dan ideologi bangsa. Jadi sosialisasi empat pilar ini sangat penting kepada guru sebagai pembangun jiwa dan kekuatan bangsa Indonesia,” kata politisi yang lebih akrab dipanggil Gus Adhi ini.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini juga mengungkapkan, kegiatan sosialisasi empat pilar ini tantangannya sangat berat ditengah ada upaya-upaya dari berbagai pihak yang ingin merongrong Pancasila.

Karena itu, anggota MPR RI punya kewajiban untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada seluruh elemen dan komponen bangsa Indonesia. Dipilihnya PGRI jelas Gus Adhi, karena guru adalah panutan dan pencetak kader-kader bangsa yang diharapkan memiliki karakter ideologi kebangsaan.

“Kita harus pegang teguh falsafah tentang negara, Pancasila harga mati. Dan kita harus terus bumikan empat pilar ini sehingga bangsa Indonesia akan semakin kuat, kokoh, dan maju,” tegas legislator yang juga Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali ini.

Sementara itu Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Alimin Abdullah menyatakan setelah era reformasi ada kekososongan pendidikan karakter. Menurutnya, penghayatan dan pengamalan Pancasila atau Eka Prasetya Pancakarsa harus kembali dilakukan secara sistematis dan terstruktur sehingga generasi bangsa Indonesia mendapat lebih banyak wawasan kebangsaan.

“Ini kewajiban kami sebagai anggota MPR dan UU MD3 juga mewajibkan MPR melakukan sosialisasi empat pilar. Kami kerjasama dengan PGRI karena itu tadi guru mendidik anak-anak bangsa agar menjadi anak yang berkarakter Pancasila,” ucap Alimin Abdullah.

Kegiatan sosialisasi empat lilar MPR RI ini digelar secara tatap muka dengan peserta terbatas mengutamakan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dan juga secara virtual.

Empat pilar yang disosialisasikan yaitu Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka tunggal Ika sebagai semboyan negara. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *