Musda I IHGMA DPD Bali, Waketum Ramia Adnyana: “Ketua terpilih bukan pemimpin priyayi”

Musda I IHGMA DPD Bali, Waketum Ramia Adnyana: “Ketua terpilih bukan pemimpin priyayi”

Dewan Pimpinan Daerah Indonesian Hotel General Manager Association (DPD IHGMA) Bali menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-1 mengusung tema “Agility, Collectivity, Adaptability; Together Embracing Tourism Challenges with Collective Breakthrough for Fruitful Results – Tangkas, Kebersamaan, Beradaptasi; Bersama Meghadapi Tantangan Pariwisata dengan Terobosan untuk hasil Kebaikan Bersama”, Jumat (02/10/2020), di Sanur, Denpasar.

Kepengurusan DPD IHGMA Bali periode 2016 – 2020 memasuki masa akhir kepengurusan pada tahun ini. Sebagai asosiasi yang mengedepankan eksistensi dan peran aktif di industri serta wilayah, maka sangat perlu dilakukan kegiatan pemilihan ketua beserta pengurus baru untuk melanjutkan kepengurusan periode 2020 – 2023 sesuai AD/ART IHGMA

Tahapan Musda I telah dimulai dari tanggal 1-8 September dimana pencalonan kandidat Ketua IHGMA telah dilakukan dengan 15 orang calon terpilih. Selanjutnya rapat pleno Ketua Musda, Sekretaris dan Tim Sidang dilakukan tanggal 9-13 September dan dilanjutkan pemilihan kandidat tahap 1 (3 besar) tanggal 21 September diikuti dengan kampanye kandidat 3 besar dan puncaknya tanggal 2 Oktober di hari Musda pemilihan Ketua IHGMA.

Adapun pemilihan ketua ini dilakukan secara daring sebagai aplikasi dari penerapan indusri 4.0 yang di dengung-dengungkan para stakeholder pariwisata selama ini.

Musyawarah Daerah IHGMA DPD Bali dihadiri Wakil Gubernur Bali Cok Ace dan Ketua Umum IHGMA Dewan Perwakilan Pusat Dr. ( C ) Arya Pering Arimbawa, SE., M.Si., CHA. Menurut Arya, proses pemilihan ketua untuk periode berikutnya pastinya mengalami dinamika dari masing-masing pendukung calon ketua. Namun, dinamika itu hendaknya sebuah proses demokrasi yang tujuannya satu demi kemajuan kepariwisataan Bali khususnya.

“Terimakasih buat pengurus yang selama ini sudah berjuang dalam mengharumkan nama IHGMA dan selamat juga buat kepengurusan yang baru periode 2020 – 2023 dalam melanjutkan perjuangan dan semakin aktif berkarya untuk memajukan SDM dan pariwisata Bali juga Indonesia pada umumnya,” ujar Arya kepada awak media.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE., MM., CHA., mengatakan sebagai organisasi resmi, IHGMA DPD Bali yang merupakan assosiasi profesi para pimpinan hotel terbesar di Asia Tenggara dan di Indonesia, saat ini bergabung lebih dari 800 GM (General Manager) yang tersebar di 27 Chapter di seluruh Indonesia.

Menurut Ramia, IHGMA merupakan wadah untuk mengaktualisasikan diri para GM dan meningkatkan skill serta kompetensi diri melalui berbagai program pengembangan diri dan credential program dalam rangka mewujudkan GM unggul dan maju agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing secara global.

Ramia mengatakan, mekanisme komunikasi organisasi dalam regenerasi kepemimpinan di DPD IHGMA Bali dilakukan melalui Musda I DPD IHGMA Bali. Dimana melalui Musda ini diharapkan ada konsolidasi organisasi baik ke dalam dan ke luar sehingga kontribusi IHGMA dalam membangun pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya dapat terwujud.

Ajang ini juga diharapkan mampu mempertajam program program yang memberi manfaat kepada anggota serta mampu meningkatkan kompetensi para GM di Bali ke jenjang yang lebih tinggi sesuai tuntutan zaman.

“Kami berharap dalam Musda I DPD IHGMA Bali terpilih pemimpin yang mampu mengakomodasi semua anggota melalui kolaborasi serta sinergi bukan pemimpin yang priyayi dan merasa dirinya paling pintar,” ujar GM H Sovereign Bali ini.

Praktisi pariwisata asal Karangasem ini mengungkapkan, tantangan priwisata kedepan sangat kompleks sehingga diperlukan pemimpin yang mampu menyelesaikan complex problem solving, Innovative, creative, collaborative dan result oriented leader.

“IHGMA mempunyai credo PIN (Professional, Integrity dan Networking) sehingga ini wajib diimplementasikan dalam komunikasi kita sehari-hari. Konsep Action Louder Than Speak sudah digaungkan dari sejak berdirinya IHGMA sebagai pembeda organisasi yang lahir di zaman millennial. Selamat kepada panitia dan seluruh anggota untuk melaksanakan Musda I ini dan jaya jayalah IHGMA,” seru Ramia.

Sementara itu, Ketua IHGMA Chapter Bali I Nyoman Astama, SE., M.M., CHA., mengatakan sebagai organisasi profesi yang baru 4 tahun terbentuk di dalam lingkungan profesi kepariwisataan, IHGMA Bali telah menunjukkan eksistensinya melalui aktivitas keprofesionalan dan kegiatan nirlaba dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang perhotelan khususnya dan pariwisata pada umunya termasuk pada pemasaran, kolaborasi dengan asosiasi lain, penguatan citra destinasi, mendukung program pemerintah serta mengembangkan pariwisata Bali berkelanjutan yang berbasis budaya dengan jiwa pengabdian yang tinggi.

Sehingga para anggota yang tergabung dalam IHGMA Bali memiliki tujuan mengamalkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung ke masyarakat dan industri pariwisata guna memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kompetensi profesi perhotelan dan industri pariwisata, yang pada akhirnya dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

IHGMA merupakan asosiasi bagi para pimpinan jasa akomodasi (Hotel General Manager) di Indonesia yang memiliki kepedulian untuk memberdayakan sumber daya manusia dan kearifan lokal dalam mengabdikan diri demi kemajuan kepariwisataan Indonesia.

IHGMA berkomitmen berkontribusi nyata dalam mensukseskan program pemerintah di bidang kepariwisataan baik dalam jangka pendek untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara dan memberikan pelayan terbaik maupun dalam jangka panjang untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan motto asosiasi Professionalism, Networking dan Integrity, IHGMA juga berkomitmen menerapkan strategi bisnis yang berdayaguna untuk kelangsungan industri pariwisata serta dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah setempat khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Seiring berjalannya asosiasi selama 4 tahun ini, kedepannya IHGMA akan lebih banyak melakukan hal-hal yang inovatif dan kreatif baik dalam kegiatan formal dan informal yang bertujuan memajukan pariwisata Indonesia, disamping kegiatan yang bersifat sosial dan peduli lingkungan. Termasuk berperan secara aktif dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 yang tengah melanda seluruh dunia saat ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *