Ny. Putri Suastini Koster: Ayo Bersinergi Jaga Anak-anak Kita dari Bahaya Pedofilia

Ny. Putri Suastini Koster: Ayo Bersinergi Jaga Anak-anak Kita dari Bahaya Pedofilia

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, disela-sela acara ngopi bareng, di Rumah Jabatan Gubernu Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (28/1).

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster mengaku sangat prihatin terhadap kasus-kasus pencabulan atau kekerasan seksual seperti pedofilia yang menimpa anak-anak. Meski pemberitaannya saat ini sepi, bukan berarti ancaman itu tidak ada di sekitar lingkungan kita.

“Ibu tergelitik dengan komentar para netizen di media sosial terkait pedofilia. Meski pemberitaannya tidak ada tapi sebagai seorang ibu tetap merasa khawatir. Ini berita pedofil tenang, tapi jangan-jangan tenang dipermukaan namun ada anak anak yang jadi korban, kita tidak tahu”, kata Ny. Putri Suastini Koster, saat acara ngopi santai di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar Senin (28/1) malam.

Pada kesempatan itu, istri orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Bali ini juga mengatakan, sudah menjadi tugasnya sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali untuk turun ke masyarakat melakukan edukasi kepada ibu-ibu PKK di pedesaan mengenai antisipasi bahaya pedofilia dan ancaman kekerasan seksual pada anak.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster (tengah) bersama para pemerhati anak, saat acara ngopi bareng, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (28/1) malam.

“Makanya Ibu sering turun ke masyarakat. Selain melaksanakan dan menjabarkan program-program PKK, sekaligus juga untuk minta banyak masukan dari berbagai pihak bagaimana mengedukasi ibu-ibu di pedesaan agar mereka paham betul bahaya ancaman kasus pedofil ini sehingga bisa menjaga keselamatan putra-putrinya”, ujarnya sembari menambahkan sosialisasi sangat penting karena tak sedikit para ibu di pedesaan tidak tahu istilah pedofilia dan bahayanya bagi masa depan anak-anak.

Ny. Putri Suastini Koster sadar, menyelematkan masa depan anak-anak Bali sebagai generasi penerus tongkat pembangunan, tidak bisa dilakukan sepihak hanya oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergitas berbagai elemen dan komponen masyarakat untuk membentengi putra putri kita dari ancaman kasus kekerasan seksual atau pencabulan ini.

“Ini tanggung jawab semuanya, tak hanya Ibu saja. Teman-teman insan pers juga punya andil untuk ikut menginformasikan kepada masyarakat agar waspada dan menjaga putra putrinya dari ancaman pedofil ini. Ayo kita bersinergi agar anak-anak kita dijauhkan dari pedofilia”, ucap seniman sastra dan drama klasik ini.

Sementara itu, salah seorang pemerhati anak yang ikut hadir di acara ngopi bareng ini, Wayan Setiawan, mengatakan peran keluarga sangat penting untuk menjaga anak-anak mereka dari ancaman kasus pencabulan.

Pemerhati anak, Wayan Setiawan.

“Peran keluarga sangat penting sebagai salah satu cara ampuh untuk menangkal pelaku pedofil masuk kedalam lingkungan kita”, pungkasnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *