Patuhi Prokes, ITB STIKOM Bali Tempuh Cara “Drive Thrue” Pengambilan Atribut GMTI Bagi 1.200 Mahasiswa Baru

Patuhi Prokes, ITB STIKOM Bali Tempuh Cara “Drive Thrue” Pengambilan Atribut GMTI Bagi 1.200 Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru ITB STIKOM tertib antri untuk mengambil atribut GMTI. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Tahun Akademik 2021/2022, ITB STIKOM Bali memperoleh 1.200 mahasiswa baru. Hal ini membuktikan minat generasi muda kuliah ITB STIKOM Bali tak pernah surut. Apalagi, program studinya bermuatan teknologi informasi yang tidak akan tergerus dimakan jaman. Pada tahun 2020, kampus yang mengusung tagline “Always the First” ini memperoleh 1.100 mahasiswa.

Ke-1.200 mahasiswa baru tersebut akan melaksanakan Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) ke-20. GMTI adalah istilah lain untuk Opspek atau orientasi program studi dan pengenalan kampus. Namun sebelum itu, dilaksanakan Pra GMTI.

Guna kelancaran kegiatan tersebut, Panitia GMTI ITB STIKOM Bali membagikan atribut kepada mahasiswa baru berupa baju, topi, tas, dan kuota data sebesar 9 GB.

Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM di wilayah Bali, panitia GMTI menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat bagi seluruh panitia dan mahasiswa baru saat pengambilan atributnya. Caranya, dengan menerapkan sistem “Drive Thrue”.

Ratusan mahasiswa baru ITB STIKOM Bali datang silih berganti ke kampus yang terletak kawasan Renon Denpasar. Mereka datang dengan tertib mengantri untuk mengambil atribut pada Senin (13/9/2021). Namun sebelum mengambil atribut, mereka diwajibkan memakai masker, cuci tangan dengan hand sanitizer, dan menjaga jarak satu dengan lainnya.

Dari 1.200 mahasiswa baru tersebut, sebanyak 1.097 diantaranya sudah mengambil atribut. Sedangkan sisanya akan mengambil atribut pada gelombang kedua.

“Pengambilan atribut ini kami bagi tiga dalam tiga sesi dan dilakukan selama tiga hari Senin, Selasa dan Rabu. Ini adalah hari pertama,” ujar Ketua Panitia Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) ke-20 ITB STIKOM Bali, Sindhu Nata Wijaya disela acara.

Dikatakan, pengambilan artribut berlangsung singkat. Hanya beberapa menit. Begitu datang dan melakukan skrining pengukuran suhu tubuh, kemudian antri untuk mengambil atribut.

“Tidak sampai lima menit, setelah mengambil atribut mahasiswa baru langsung pulang,” tegasnya.

Mahasiswa baru ITB STIKOM Bali tertib mengantri untuk mengambil atribut GMTI. (foto: ist.)

Ketua BEM ITB STIKOM Bali, I Komang Bhargo Bhaskara saat mengawasi kegiatan ini mengatakan, Prokes dilaksanakan sangat ketat untuk mencegah klaster baru penyebaran Covid-19.

“Jawa Bali sekarang menerapkan PPKM. Dan khusus untuk Bali menerapkan PPKM Level 4, sehingga pengambilan atribut dilakukan secara drive thrue. Misal ada yang sakit, kami persilahkan untuk diam di rumah, dan kami akan kirimkan atributnya ke rumah,” ucapnya.

Ia menambahkan, panitia GMTI juga wajib tuntas mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Seluruh panitia juga sudah divaksinasi. Kendati demikian, panitia juga wajib menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Kemahasiswaan ITB STIKOM Bali, I Gusti Ngurah Wikranta Arsa, S.Kom., M.Cs., menjamin GMTI tahun ini tidak akan terjadi perpeloncoan, karena dilakukan secara online selama tiga hari, dari tanggal 22 – 24 September 2021.

“Mahasiswa baru akan mengikuti secara online dari rumah masih-masing, dan dari pihak kampus telah memberikan bantuan kuota data sebesar 9GB. Itu akan cukup untuk tiga hari ospek,” jelasnya.

Pihak kampus menurut Ngurah Wikranta, tidak mengijinkan ospek kepada mahasiswa baru dilakukan dengan cara-cara perpeloncoan apalagi yang mengarah pada fisik.

Opspek sesuai namanya, Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus, maka materi yang diberikan berupa pengenalan lingkungan kampus dan tidak memberatkan mahasiswa.

“Inti materi yang kami berikan hanya pengenalan lingkungan kampus saja. Pengawasan juga akan kami lakukan ketat terhadap panitia kelompok dari kakak mahasiswanya. Tugas bagi mahasiswa baru sudah ada di saya, dan tidak ada tugas berlebihan,” tandasnya. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *