Pekan QRIS Nasional 2020, Bank Indonesia Provinsi Bali Sasar Pengunjung Mall

Pekan QRIS Nasional 2020, Bank Indonesia Provinsi Bali Sasar Pengunjung Mall

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho membuka Pekan QRIS Nasional 2020, di salah satu mall di Denpasar, Rabu (11/03/2020).

Pekan QRIS Nasional secara serentak diselenggarakan di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia mulai tanggal 9-15 Maret 2020 untuk memperluas dan meningkatkan penggunaan QRIS dengan target menyentuh semua sektor dan lapisan masyarakat.

Trisno mengatakan era saat ini sedang mengalami transformasi digital di berbagai aspek kehidupan. Digitalisasi telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan, bagaimana perusahaan berinteraksi, dan bagaimana konsumen akan mendapatkan layanan, informasi, dan barang. Hal ini sebagai dampak dari inovasi teknologi yang berkembang pesat, perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital sehingga otoritas kebijakan berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut untuk kebaikan bangsa.

Merespon perkembangan ekonomi digital tersebut, Bank Indonesia telah meluncurkan QRIS pada 17 Agustus 2019 sebagai hadiah kemerdekaan bagi bangsa. QRIS merupakan standar pembayaran berbasis QR Code yang akan menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran dengan menggunakan handphone.

Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

“QRIS menjadi standar QR code untuk pembayaran di Indonesia. QRIS secara nasional wajib diimplementasikan per 1 Januari 2020,” kata Trisno disela acara.

Dengan QRIS, merchant termasuk pelaku usaha UMKM dapat mengunakan model pembayaran secara non-tunai dengan hanya satu macam QR Code. Dengan satu QR Code, bisa menerima pembayaran dari aplikasi penyelenggara manapun, baik dari bank atau non-bank, bahkan akan dapat menerima pembayaran dari turis mancanegara.

“Dengan QRIS, kita dapat mendorong kemajuan segala sektor dari mulai sektor UMKM termasuk koperasi hingga sektor pariwisata, yang tentunya mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha dimanapun dan siapapun dia, sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi, dimana pelaku usaha tersebut berada,” jelasnya.

Hingga akhir Februari, jelas Trisno, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali tercatat sudah lebih dari 65 ribu, meningkat sebesar 5% dalam periode satu bulan. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *