Pelaku Pariwisata Menanti Terobosan “Out of The Box” Menparekraf Sandiaga Uno

Pelaku Pariwisata Menanti Terobosan “Out of The Box” Menparekraf Sandiaga Uno

Foto: Pelaku pariwisata Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA.

Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah mengumumkan 6 orang menteri baru di jajaran Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12/2020) kemarin.

Satu dari enam orang menteri baru tersebut adalah seorang tokoh muda nasional, Sandiaga Uno. Oleh Presiden Jokowi, Cawapres pada Pilpres 2019 lalu itu diberikan tanggungjawab sebagai Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, menggantikan Wishnutama Kusubandio.

“Setiap perubahan atau pergantian tentunya harus mampu membawa harapan dan hasil yang lebih baik. Khan wajar ya jadinya kami selaku masyarakat pariwisata Indonesia menunggu-nunggu gebrakan apa yang akan diluncurkan oleh menteri yang baru ini untuk bisa mempercepat pemulihan sektor ekonomi bidang pariwisata ditengah pandemi ini,” kata pelaku pariwisata Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA., di Denpasar, Rabu (23/12/2020).

Di lain sisi, pria yang juga Ketua Wilayah DPD Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Bali periode 2020-2023 ini, mengkhawatirkan jika kebijakan menteri yang baru nanti kurang mampu menyerap aspirasi daerah khususnya top priority destination yang memang menjadi andalan dan sudah dikenal di dunia.

“Contohnya destinasi yang dikenal sebagai super prioritas yang 10 destinasi itu khan belum semua tergarap dengan baik, sementara Bali dan Jogja yang memang sudah menjadi top priority tujuan wisata mancanegara, jangan diabaikan, karena inilah aset destinasi utama untuk merespon kerinduan dunia untuk travelling,” jelas Ramia.

Ia juga mengatakan, Sandiaga Uno merupakan tokoh muda yang punya kemampuan di sektor ekonomi, khususnya UMKM. Karena itu, Ramia dan seluruh insan pariwisata sedang menunggu program, kebijakan, dan terobosan yang out of the box khususnya di bidang pemasaran mancanegara yang selama masa pandemi Covid-19 memang sangat nihil akibat pembatasan yang diterapkan seluruh negara.

“Bali sebagai penyumbang 40% kunjungan wisman secara nasional mesti diutamakan di era adaptasi kebiasaan baru sebagai akselerator kunjungan ke destinasi lainnya. Khan dari Bali mereka bisa ke Lombok, Labuan Bajo, Banyuwangi, Makassar dan sebagainya,” tambah praktisi pariwisata Bali asal Karangasem ini.

Ramia yang juga Wakil Ketua Umum DPP IHGMA dan Wakil Ketua KADIN Bali Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata ini menyampaikan terima kasih kepada Wisnutama Kusubandio atas kinerja terbaiknya selama setahun kepemimpinannya di Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif.

Tak lupa, Ramia juga menyampaikan selamat kepada Sandiaga Uno yang telah dilantik sebagai Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif bersama 5 orang menteri lainnya.

“Ya kita berikan dulu beliau menyiapkan strategi untuk pariwisata dan kita dari industri tentunya sangat mendukung hal-hal menuju peningkatan dan pemulihan pariwisata Indonesia,” harapnya.

Ramia menaruh harapan besar kepada Menparekraf Sandiaga Uno untuk bergerak cepat membangkitkan pariwisata yang sudah lebih dari 9 bulan terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dengan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi seperti yang disampaikan Sandiaga Uno sesaat setelah pengumuman dirinya sebagai Menparekraf.

“Beliau harus mampu menggerakkan wisatawan domestik secara masif ke tiga pintu gerbang utama pariwisata yaitu Bali, Jakarta dan Batam serta ke 10 destinasi super prioritas dan prioritas dengan paket-paket hemat yang menarik yang didukung oleh airlines dan hotel secara koletif. Hanya dengan menggerakkan pasar domestik pariwisata kita akan mampu bangkit kembali sebelum wisatawan mancanegara dibuka,” ucapnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *