Perkuat Eksistensi Subak, Paket Jaya-Wibawa Berdayakan Pertanian Berbasis Pariwisata

Perkuat Eksistensi Subak, Paket Jaya-Wibawa Berdayakan Pertanian Berbasis Pariwisata

Foto: Calon Walikota dari Paket Jaya-Wibawa, IGN Jayanegara saat mencoba mesin pemanen padi di areal Subak Renon, beberapa waktu lalu.

Pertanian dan subak sejatinya menjadi pilar kekuatan adat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali. Namun eksistensinya kini tengah terancam karena luasan lahan pertanian kian menyusut akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan.

Berangkat dari kekhawatiran itulah, Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara-Kadek Agus Arya Wibawa (Paket Jaya-Wibawa) berkomitmen mempertahankan eksistensi subak dan pertanian Bali khususnya yang ada di Kota Denpasar.

“Luas lahan di Denpasar kita akui terjadi penyusutan, tetapi secara produksi justru panen kita tergolong besar, ini karena produktivitas petani,” kata Calon Walikota Jayanegara, saat bertemu petani sekaligus mencoba alat pemanen padi di Subak Renon, Jl. Tukad Badung XI Denpasar, beberapa hari lalu.

Cawali Jaya negara yang didampingi Cawawali Kadek Agus mengungkapkan akan kembali melanjutkan program dan kebijakan pertanian yang selama ini telah dijalankan Walikota-Wakil Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan IGN Jayanegara.

Karena sektor pertanian, lanjut Jayanegara, harus terus bergeliat meskipun dihadapkan pada masalah penyusutan lahan pertanian di khususnya Kota Denpasar.

Ia mengungkapkan, dalam kepemimpinannya nanti akan mengejar produktivitas hasil pertanian. Ia mencontohkan, selama ini ada perbedaan jumlah hasil panen di wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Utara. Di wilayah Densel, panen bisa dilakukan tiga kali dalam setahun. Sedangkan di wilayah Denut, panen dilakukan dua kali setahun. Padahal menurut Cawali Jayanegara, luasan lahan sawah di Denut cukup besar.

“Ini akan kita kejar (produktivitas panen, red). Apalagi ada bibit bagus bisa panen empat kali setahun, ini tentu akan mengangkat kesejahteraan petani,” ujarnya.

Selain itu, yang tak kalah penting menjadi fokus Paslon Jaya-Wibawa yaitu pengembangan sektor pertanian berbasis pariwisata.

“Contohnya di Subak Lestari yang ada di Panatih, nantinya akan kita jadikan seperti itu. Selain produktivitas panennya kita angkat, petani juga bisa mendapat income dari sektor ini (pariwisata, red),” ucap Cawali Jayanegara seraya menambahkan pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada pertanian. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *