Pertumbuhan SGB Bali Melesat Diatas 2.000%, Catatkan 298 Jumah Nasabah

Pertumbuhan SGB Bali Melesat Diatas 2.000%, Catatkan 298 Jumah Nasabah

Meski baru genap setahun berdiri, PT. Solid Gold Berjangka cabang Bali membukukan kinerja positif dengan pertumbuhan total volume transaksi melesat 2.166,68% atau 72.851 lot pada kuartal III tahun 2019 dibandingkan tahun lalu di posisi yang sama sebesar 3.214 lot.

Dalam pemaparan kinerja kuartal III Tahun 2019 PT Solid Gold Berjangka, Selasa (12/11/2019), di Denpasar, Pimpinan Cabang SGB Bali Zaidan Farhan, menerangkan pencapaian tersebut didorong pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/Sistim Perdagangan Alternatif) sebesar 1.937,30%, menjadi 64.175 lot, sementara hasil volume transaksi multilateral (komoditi) melonjak naik 13.456,25% menjadi 8.676 lot.

Sementara dari total nasabah baru, tercatat sebanyak 298 nasabah yang telah bergabung di SGB Bali atau mengalami pertumbuhan 577,27% dari kuartal III tahun lalu sebanyak 44 nasabah baru.

“Hasil perolehan ini terbilang cukup memuaskan mengingat SGB Bali baru berdiri setahun lalu. Selain itu reputasi PT Solid Gold Berjangka yang terpercaya dan dikenal lama berkiprah di industri perdagangan berjangka komoditi turut menguatkan kepercayaan nasabah untuk berinvestasi di SGB Bali,” terang Zaidan Farhan.

Ia berujar bahwa saat ini, edukasi menjadi tantangan yang utama agar masyarakat bisa lebih memahami investasi di perdagangan berjangka. Banyak calon nasabah yang beranggapan bahwa investasi ini sama dengan menabung. Padahal, produk investasi tidak pernah menjanjikan bunga tetap. Apapun jenis investasi yang Anda lakukan, maka Anda akan mendapatkan potensi keuntungan.

Jenis investasi di perdagangan berjangka komoditi termasuk high risk, high return. Sama seperti instrumen di pasar modal, produk di pasar perdagangan berjangka juga tidak lepas dari risiko tinggi.

“Namun demikian, nasabah tidak perlu khawatir, dengan manajemen risiko yang baik, maka besar kerugian bisa diminimalisir, terlebih sekarang momen yang tepat untuk berinvestasi karena kondisi perekonomian global yang mendukung sentimen positif di pasar,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Farhan, pihaknya akan lebih gencar melakukan edukasi dan sosialisasi. Di Bali terdapat sekitar 5 perusahaan pialang berjangka, termasuk SGB. Bisnis yang dijalankan sama, hanya dari sisi layanan yang berbeda.

“Target kami tidak hanya besar dari sisi bisnis tetapi juga ingin memajukan industri perdagangan berjangka komoditi di Bali,” tandasnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *