PON XX Papua dalam Bayang-Bayang KKB, Togar Situmorang Tuntut Fungsi Intelijen Diperkuat 

PON XX Papua dalam Bayang-Bayang KKB, Togar Situmorang Tuntut Fungsi Intelijen Diperkuat 

Advokat, Togar Situmorang. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Pada bulan Oktober atau tepatnya tanggal 2 – 15, Provinsi Papua akan menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021.

Namun demikian, publik merasa was-was terhadap situasi di Bumi Cenderawasih menyusul rentetan kejadian gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Karena, kondisi tersebut akan mengancam keselamatan para duta olahraga dari 34 provinsi di Indonesia.

Padahal, sebagai tuan rumah, Provinsi Papua tak hanya ingin mewujudkan sukses prestasi, namun lebih penting dan utama adalah sukses penyelenggaraan dan sukses menjadi tuan rumah.

“Selain ancaman keamanan, event akbar pentas olahraga nasional itu juga dihadapkan pada tantangan kesehatan dimana kita saat ini sedang berperang agar bisa terbebas dari pandemi Covid-19,” kata advokat sekaligus praktisi kebijakan publik, Togar Situmorang, S.H., M.H., M.AP., C.Med., CLA., di Kantor Law Firm Togar Situmorang di Jl. Gatot Subroto Timur No.22 Denpasar Timur, Kota Denpasar, Kamis (16/9/2021).

Guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh kontingen dan pihak yang terlibat didalam PON XX di Papua, Togar Situmorang mendesak pemerintah maupun aparat yang berwewenang dapat menjalankan dan memperkuat fungsi intelijennya agar mobilisasi kriminal dapat terdeteksi dan diutamakan operasi pencegahan.

Advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini mendukung pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Anwar, bahwa serangan teroris itu suatu keniscayaan didalam acara PON XX, sehingga bisa lebih memperketat keadaan tersebut terlebih di Papua ada kawasan FI (Freeport Indonesia).

“Dalam hal ini BNPT tidak bisa bekerja sendiri dan di bidang keamanan bersama Menkopolkumham harus bisa saling koordinasi agar para peserta PON XX Papua dapat terjaga keselamatan mereka dalam mengikuti acara dapat terjamin,” terangnya.

“Saya pribadi fokus menuntut fungsi intelijen diperkuat untuk membaca dan mengantisipasi kekerasan di Bumi Cendrawasih sehingga penyelenggaraan PON Papua berjalan aman, lancar, dan sukses,” tutup CEO & Founder Law Firm TOGAR SITUMORANG. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *