Puncak Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Padudusan Agung di Pura Sakenan

Puncak Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Padudusan Agung di Pura Sakenan

Foto: Walikota Rai Mantra, Wawali Jaya Negara, Sekda Denpasar Rai Iswara dan OPD tangkil pada pujawali sekaligus Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung Madulur Antuk Pamlehpeh Segara, di Pura Sakenan, Sabtu (3/8).

Tepat pada Rahina Suci Kuningan, Sabtu (3/8), dilaksanakan pujawali di Pura Sakenan, Desa Pekraman Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. Bertepatan dengan itu, juga sekaligus digelar Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung Madulur Antuk Pamlehpeh Segara.

Yadnya yang digelar setiap 10 tahun sekali ini, dipuput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa, Ida Pedanda Gede Putera Telaga, dan Ida Pedanda Budha Jelantik Giri. Rangkaian puncak karya diawali dengan sesolahan Tari Rejang Dewa, Tari Topeng Panglemenbar, Topeng Penasar serta Topeng Sidhakarya, dan Wayang Lemah.

Adapun tingkatan upakara yang dihaturkan meliputi Nyatur Muka Padudusan Agung Luwur Akasa Tapakan Ida Bhatara di Pura Sakenan, Nyatur Rebah Bebangkit, Sorohan Pulagembal Ayaban Ida Bhatara di Pura Pesamuan Agung, dan Nyatur Rebah Bebangkit, Sorohan Pulagembal Ayaban Ida Bhatara di Pura Dalem Sususnan Wadon.

“Setiap 10 tahun sekali dilaksanakan Karya Pangratep Pujawali dengan tingkatan upakara Madudus Agung dengan Caru Panca Kelud ke Pertiwi dan Pakelem Kambing, Angsa, bebek dan Ayam ke segara,” ujar Prawartaka Karya, Ida Bagus Gede Pidada didampingi Panglingsir Puri Kesiman yang juga Pangempon Pura, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana.

Seluruh rangkaian Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung di Pura Sakenan telah dimulai pada Minggu (28/7) yang diawali dengan Ngingsah, Melaspas dan Mecaru Panca Kelud. Dilanjutkan pada Rabu (31/7) dengan upacara Melasti, Mendak Agung dan Mendak Siwi. Pada Kamis (1/8) dilaksanakan upacara Mapepada Karya dan pada Sabtu (3/8) Saniscara Wuku Kuningan dilaksanakan puncak karya.

Ida Bhatara Nyejer/Ngadeg selama 7 hari dengan dilaksanakan Bhakti Penganyar yang diawali Pemerintah Kota Denpasar pada Minggu (4/8), berturut-turut dilanjutkan Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kecamatan Denpasar Barat dan Kecamatan Denpasar Utara. Sedangkan bhakti penyineb dilaksanakan Pemkab Badung pada Sabtu (10/8) mendatang.

Pada puncak karya ini, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara beserta OPD melaksanakan persembahyangan bersama dengan pemedek lainnya.

“Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung ini merupakan wujud sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi untuk memohon kerahayuan jagat, serta diharapkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, utamanya adalah sampah plastik,” ujar Walikota Rai Mantra.

Prawartaka Karya IB Pidada menambahkan, selama nyejer 7 hari, pemedek dihimbau untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat tangkil, utamanya saat nunas tirta Ida Bhatara.

“Bagi masyarakat yang hendak tangkil nunas tirta dapat menggunakan sangku, toples, atau bumbung pakuluh sebagai sarana nunas tirta,” jelasnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *