Putra Sulung Winasa Maju di Pilkada Jembrana, Ipat: “Saya siap mengembalikan kejayaan Jembrana”

Putra Sulung Winasa Maju di Pilkada Jembrana, Ipat: “Saya siap mengembalikan kejayaan Jembrana”

Foto: Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat, yang siap bertarung di Pemilukada Jembrana 9 Desember 2020.

Putra sulung Bupati Jembrana periode 2000-2010 Prof. Dr. drg. I Gede Winasa, yaitu I Gede Ngurah Patriana Krisna, menyatakan diri siap maju menjadi Wakil Bupati Jembrana berpasangan dengan Nengah Tamba pada Pemilukada Jembrana yang akan digelar 9 Desember 2020, serentak bersama 5 kabupaten/kota di Bali yakni Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, dan Kabupaten Karangasem.

Pria yang akrab dipanggil Ipat ini akan ikut bertarung lewat kendaraan Partai Golkar. Kepastian Ipat maju diungkapkan kepada awak media usai dirinya bersama Bakal Calon Bupati Jembrana, Nengah Tamba, menemui Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Sugawa Korry dan jajaran pengurus Golkar Bali, di Kantor Golkar Bali, Senin (08/06/2020).

Kepada awak media, Ipat mengutarakan keinginannya maju di Pemilukada Jembrana berpasangan dengan Nengah Tamba karena melihat kondisi sekarang di kabupaten ujung barat Pulau Bali ini tidak ada perubahan ataupun gebrakan program seperti saat kepemimpinan ayahnya, Gede Winasa sebagai Bupati Jembrana. Ipat mengungkapkan pada intinya ia siap maju untuk mengembalikan kembali kejayaan Jembrana.

Foto: I Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat.

“Jembrana sekarang tidak lagi menjadi contoh bagi daerah lain karena dulu Jembrana di era bapak saya banyak inovasi dan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan. Tapi sekarang saya lihat tidak ada inovasi yang signifikan, justru inovasi yang berbau Winasa hilang”, kata Ipat didampingi paketnya Bakal Calon Bupati Jembrana, Nengah Tamba.

Ipat saat ini masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas PUPR Kota Kediri, Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, Ipat menduduki posisi sebagai Kepala Seksi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Bidang Pengairan. Ipat mengaku rela melepas posisi “nyaman” di pemerintahan karena ingin mengabdi kepada tanah leluhurnya dan mengembalikan kembali masa keemasan Jembrana dengan beragam program dan inovasi pembangunan.

“Kenapa meninggalkan ASN karena saya tahu segala perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan. Saya siap mundur dari ASN dan akan pulang kampung mengabdi untuk perubahan yang lebih baik dari kondisi Jembrana sekarang dan saya sudah mendapat restu dari keluarga”, jelas pria kelahiran Surabaya, 23 Juli 1978.

Sementara itu, Bakal Calon Bupati Jembrana Nengah Tamba yang akan berpaket dengan Ipat, mengatakan dirinya ikut berlaga di Pilkada Jembrana tidak sekedar maju menjadi calon abal-abal tapi didasari semangat dan keseriusan untuk memperbaiki Kabupaten Jembrana dari kondisi sekarang yang ia lihat masih jauh dari visi mensejahterakan masyarakat.

Tamba mengungkapkan menjatuhkan pilihannya kepada putra sulung Bupati Jembrana dua periode 2000-2010 Gede Winasa karena melihat bibit, bobot, dan bebet seorang Ipat. Pertimbangan memilih Ipat sebagai paketnya juga diakui Tamba didasarkan atas hasil survey.

Foto: Tamba dan Ipat bersama jajaran pengurus Golkar Bali, Senin (08/06/2020).

“Memilih Ipat butuh proses yang tidak gampang. Apalagi beliau adalah ASN Golongan IVA. Namun keseriusan beliau berpaket dengan saya untuk bersama-sama membangun Jembrana lebih baik dari sekarang sangat saya apresiasi”, kata Tamba yang juga politisi Partai Demokrat ini.

Tamba melanjutkan bahwa Ipat sudah final maju di Pilkada Jembrana dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai yang langsung ditandatangani Ipat.

“Proses yang kami tempuh ini tak hanya sekala tapi juga niskala. Surat pernyataan Ipat itu ia tandatangani dihadapan Ida Rsi dari Griya Tegal Cangkring”, ungkap Tamba yang juga seorang pengusaha sukses ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *