Putus Rantai Penyebaran Covid-19, STMIK Primakara Terapkan Full Online Learning

Putus Rantai Penyebaran Covid-19, STMIK Primakara Terapkan Full Online Learning

Foto: Ketua STMIK Primakara, I Made Artana, S.Kom., M.M.

Setelah Pemerintah Provinsi Bali menetapkan siaga virus corona (covid-19), baik sekolah, perguruan tinggi, perkantoran dihimbau menerapkan social distancing dengan membatasi aktivitas diluar rumah. Pun demikian dengan SMTIK Primakara. Kampus IT terbaik Bali Nusra ini menetapkan full online learning.

Kampus yang dijuluki Technopreneurship Campus ini menerapkan perkuliahan penuh online (full online learning) selama dua minggu ke depan, yakni terhitung sejak Selasa (17/3/2020) hingga Selasa (30/3/2020). Tak hanya memberlakukan full online learning, STMIK Primakara juga menerapkan prosesi yudisium secara daring/online yang dilaksanakan pada hari Rabu (18/03/2020), di kampus setempat di Jalan Tukad Badung No. 135 Denpasar.

Ditemui usai acara yudisium, Ketua STMIK Primakara I Made Artana, S.Kom., M.M., mengatakan tidak sulit menerapkan full online learning karena secara infrastruktur teknologi dan fasilitas pendukung lainnya hingga kesiapan dosen, sudah sangat siap.

“Secara infrastruktur dan kesiapan dosen kita pasti siap. Kalau aplikasi memang sudah kita pakai sejak tahun pertama,” terang Artana.

Foto: Ketua STMIK Primakara I Made Artana, S.Kom., M.M., saat melakukan proses yudisium secara daring/online dengan para yudisiawan STMIK Primakara.

Bahkan selama ini STMIK Primakara sejak berdiri pada 2013 lalu hingga saat ini sudah menerapkan blended learning atau kombinasi pembelajaran tatap muka di kelas (offline) dengan pembelajaran online (e-learning).

“Secara rata-rata online learning dilakukan 3 kali pertemuan dari 14 kali pertemuan tiap mata kuliah dalam satu semester,” ungkap pria peraih penghargaan Most Outstanding Development Officer dan The Best Development Officer dari JCI Asia Pacific Development Council ini.

Artana mengatakan, sistem perkuliahan secara online akan dievaluasi apakah akan dilanjutkan atau kembali menerapkan perkuliahan secara konvensional.

“Kita akan evaluasi tentunya melihat kondisi yang berkembang,” ucap Artana sembari berharap wabah virus corona segera berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *