Solidaritas Terhadap Jerinx Meluas, Baliho “Bebaskan Jrx SID, Saya Bersama Jrx” Berdiri di Denpasar dan Tabanan

Solidaritas Terhadap Jerinx Meluas, Baliho “Bebaskan Jrx SID, Saya Bersama Jrx” Berdiri di Denpasar dan Tabanan

Foto: Sekelompok pemuda memasang baliho sebagai bentuk dukungan terhadap Jerinx SID.

Sebagai bentuk solidaritas terhadap Jerinx Superman Is Dead (Jrx SID), masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Jrx SID Tabanan memasang baliho yang bertuliskan “Bebaskan Jrx SID, Saya Bersama Jrx”, Sabtu (15/08/2020).

Baliho tersebut dipasang di perempatan Jl. Diponegoro, Tabanan, dengan ukuran 1,5 x 2 Meter.

Koordinator aksi, Komang Hendra Wira Adi mengatakan, baliho tersebut dibuat dengan dana urunan dari kawan-kawannya yang tergabung dalam Solidaritas Jrx SID Tabanan.

“Sebelum dipasang, baliho tersebut kami arak dari Banjar Pande, Jl. Sri Wijaya menuju perempatan Jl. Diponegoro, Tabanan,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pemasangan baliho ini murni kecintaan kawan-kawannya terhadap sikap Jrx SID yang selalu bersuara untuk rakyat kecil. Ia berharap agar Jrx SID segera dibebaskan.

“Saya ingin Jrx bebas”, terang pria yang biasa dipanggil Lonot ini.

Sementara itu di tempat terpisah, belasan orang yang tergabung dalam Semeton Citarum juga melakukan pemasangan baliho yang bertuliskan “Bebaskan Jrx SID, Saya Bersama Jrx”. Baliho dengan ukuran 1,5 x 2,5 meter tersebut dipasang di perempatan Jl. Tukad Barito-Jl. Tukad Citarum.

Kordinator aksi, Made Sukardiana menegaskan Komunitas Semeton Citarum yang juga tergabung dalam gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa, memasang baliho karena ingin bersolidaritas terhadap penahanan Jrx SID.

“Menurut saya penahanan Jrx SID adalah tindakan yang berlebihan,” kata Sukardiana.

Lebih jauh, Ia menyampaikan bahwa Jrx SID adalah sosok yang baik, berani bersuara untuk masyarakat yang menengah ke bawah serta masyarakat kecil. Ia juga menyampaikan bahwa Jrx SID sangat getol memperjuangkan Rapid Test dan SWAB Test dihapus sebagai syarat administrasi serta kesehatan.

Ia juga mengkritisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menjerat Jrx SID hingga berada dalam jeruji besi. Menurutnya, UU ITE tersebut bisa saja digunakan oleh oknum-oknum yang ingin membungkam suara kritis.

“Tidak menutup kemungkingan bisa terjadi dengan teman-teman yang lain”, jelasnya.

Sukardiana berharap agar ada aksi-aksi solidaritas lainnya untuk Jrx SID. Selain itu ia juga berharap agar Jrx SID bisa segera dikeluarkan dari penjara.

“Itu harapan saya”, tutupnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *