Tahun 2022 Ekonomi Bali Diproyeksikan Tumbuh Positif, Bank Indonesia Sebut Perlu Diversifikasi Ekonomi

Tahun 2022 Ekonomi Bali Diproyeksikan Tumbuh Positif, Bank Indonesia Sebut Perlu Diversifikasi Ekonomi

Trisno Nugroho (tengah) di acara “Silaturahim Industri Perbankan dan Outlook Ekonomi Bali 2022” di Denpasar. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menyampaikan mobilitas masyarakat hingga Desember 2021 menunjukkan perbaikan seiring dengan membaiknya level PPKM.

Indikator sektor pariwisata pada triwulan IV 2021 menunjukkan adanya peningkatan jumlah wisatawan nusantara. Kinerja konsumsi swasta pada periode yang sama juga mengalami pertumbuhan positif yang tercermin dari peningkatan Survei Konsumen, Survei Perdagangan Eceran, kredit konsumsi, dan konsumsi listrik rumah tangga.

“Berkaca pada data-data tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada triwulan IV 2021 mencapai 2,1-2,9% (yoy) dan sepanjang tahun 2021 sebesar -2,2 s.d. -1,4% (yoy),” terang Trisno pada acara “Silaturahim Industri Perbankan dan Outlook Ekonomi Bali 2022” di Denpasar, Selasa (11/01/2022).

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali, Kepala Ombudsman Bali, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Bali, pimpinan perbankan Bali, serta awak media.

Pemulihan ekonomi Bali akan berlanjut di tahun 2022 dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4-6,2% (yoy). Sementara itu, inflasi diperkirakan juga akan meningkat, namun masih dalam kisaran target 3%  1% (yoy).

Trisno juga menyebut, transaksi pembayaran nontunai menggunakan QRIS juga terus mengalami peningkatan. Sampai dengan Oktober 2021, tercatat jumlah transaksi QRIS mencapai 982 ribu transaksi dengan nominal sebesar Rp.75 miliar. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 555% (ytd) dari sisi transaksi dan 345% (ytd) dari sisi nominal.

“Kedepan, dukungan perbankan tetap diperlukan untuk mendorong perluasan adopsi QRIS oleh merchant baru di seluruh kabupaten/kota di Bali,” pungkasnya.

Dalam jangka pendek, terdapat tantangan berupa kasus Covid-19 dunia dan wisatawan nusantara yang masih terbatas. Dalam jangka panjang, terdapat tantangan berupa ketergantungan tinggi pada sektor pariwisata dan pariwisata Bali yang belum sepenuhnya quality tourism. Oleh karenanya, rekomendasi jangka pendek diberikan untuk fokus kepada wisatawan nusantara, program work from Bali, implementasi CHSE, serta digitalisasi dan on boarding UMKM.

“Dalam jangka panjang, Bali dinilai perlu melakukan diversifikasi ekonomi dan quality tourism,” sebut Trisno. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *