Tambahan 22 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Bali menjadi 215 Orang

Tambahan 22 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Bali menjadi 215 Orang

Foto: Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewa Made Indra.

Angka kasus positif covid-19 di Provinsi Bali per hari Selasa (28/04/2020) cukup mengejutkan. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewa Indra mengatakan jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 215 orang, bertambah 22 orang WNI terdiri dari 9 PMI/imported case dan 13 transmisi lokal.

“Jumlah pertambahan kasus positif hari ini tercatat cukup tinggi dan tidak pernah terjadi sebelumnya di Bali,” ujar Dewa Indra dengan nada sedih.

Sementara jumlah pasien sembuh sebanyak 88 orang, bertambah 7 orang WNI terdiri dari 5 orang PMI dan 2 orang non PMI. Sedangkan jumlah pasien meninggal empat orang (2 WNA, 2 WNI).

Dari 215 orang positif covid-19, 8 orang diantaranya merupakan warga negara asing (WNA), dan 207 orang warga negara Indonesia (WNI). Dari 207 orang WNI tersebut bisa dirinci lagi terkait penularannya, dimana 133 orang positif karena imported case (mayoritas pekerja migran Indonesia), 20 orang positif berasal dari daerah terjangkit, dan 54 orang merupakan transmisi lokal. Jika dipersentase, kasus dengan imported case 65,58%, dari daerah terjangkit 9,30% dan penularan melalui transmisi lokal 25,11%.

“Ini jadi fokus utama karena positif melalui transmisi lokal cukup tinggi,” kata Dewa Indra.

Dijelaskan pula, tambahan 22 orang positif covid-19 hari ini, jika dirinci 13 orang diantaranya tertular lewat transmisi lokal. Dimana 8 orang diantaranya berasal dari satu banjar di Kabupaten Bangli dan 4 orang berasal dari satu lingkungan di Kabupaten Karangasem.

Penyebab utama kasus transmisi lokal baru ini, jelas Dewa Indra, karena kontak dengan pekerja migran yang positif dan sudah menjalani karantina mandiri di rumah. Menurut laporan, PMI tersebut tidak menunjukkan gejala.

“Karena jumlahnya yang besar, dan berada dalam satu banjar, satu lingkungan, maka saya langsung berkoordinasi dengan Bupati Bangli dan Bupati Karangasem. Saya langsung meminta untuk menjaga dengan baik, agar tidak ada lagi transmisi lokal di lokasi tersebut,” pintanya tegas. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *