Tanah Timbul Muntig Siokan Kantongi Sertifikat, Pemanfaatannya untuk Keagamaan dan Wisata

Tanah Timbul Muntig Siokan Kantongi Sertifikat, Pemanfaatannya untuk Keagamaan dan Wisata

Setelah Pemkot Denpasar secara resmi mengantongi rekomendasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI mengenai penguasaan dan pemilikan atas tanah timbul di Muntig Siokan Desa Sanur Kauh dan Desa Sidakarya sesuai surat Rekomendasi Kementerian ATR/BPN Nomor 113/500/XI/2019 beberapa bulan lalu.

Akhirnya, Pemkot Denpasar melalui Wakil Walikota IGN Jaya Negara menyerahkan sertifikat tanah timbul di Muntig Siokan secara resmi kepada Desa Sanur Kauh dan Desa Sidakarya, Kamis (13/2/2020) di Dream Island Pantai Mertasari Sanur, Denpasar.

Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Mariana Wandira, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara Kota Denpasar Sudarman Harjasaputra, Camat Denpasar Selatan Wayan Budha, Bendesa Sanur Kauh, Kepala Desa Sidakarya I Wayan Rena, serta tokoh masyarakat setempat dan OPD terkait.

Penyerahan setifikat ini bertepatan dengan Rahina Sugihan Jawa, dimana bermakna pembersihan buwana agung atau alam semesta. Artinya, tempat ini dibersihkan dari segala kotoran sekala maunpun niskala.

“Muntig siokan ini dulunya merupakan tempat pengasingan untuk penderita kusta. Dan mudah-mudahan setelah dibersihkan kedepannya akan bisa menjadi sebuah tempat destinasi wisata yang bisa dikunjungi dan memberikan dampak ekonomi khususnya bagi masyarakat setempat,” harap Wawali Jaya Negara.

Sesuai usulan dua bendesa adat yang mewilayahi Muntig Siokan ini yaitu Desa Sanur Kauh dan Desa Sidakarya kepada Pemkot Denpasar, lahan ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan desa pakraman setempat baik untuk aktivitas ritual keagamaan, kegiatan masyarakat, dan pariwisata.

Bendesa Sanur Kauh IGA. Alit Kencana Putra dan Kepala Desa Sidakarya I Wayan Rena menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Denpasar utamanya Wakil Walikota yang sudah memperjuangkan tanah Muntig Siokan untuk memperoleh sertifkat kepemilikan oleh desa yang nantinnya dipergunakan oleh desa pakraman sebagai kegiatan kemasyarakatan dan ritual keagamaan dimana sebagian fungsinya tetap sebagai ruang terbuka hijau serta obyek wisata.

“Kami akan mempergunakan tanah ini untuk kepentingan keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan,” ujar Kades Sidakarya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *